Mispersepsi Lingkup Kerja Engineer


Sebuah quote dari salah satu group di Facebook, couldnt agree more than this lah pokonamah!

I have officially reached a point where if someone would now ask me if Electronic/Electrical Engineers fix TVs and VCRs I am going to punch them so hard that they forget what a TV is in the first place. My full respect to all technicians and repairmen, but that is not what engineers do.

There is so much misunderstanding about what an Electronic/Electrical Engineer or any kind of Engineer for that matter does, whether Electrical, Computer, Civil, Mechanical, Nucleur… It’s not only a problem within the engineering fields but with any university discipline. Many people are ignorant and do not understand what a particular discipline involves. Engineering though is probably the most affected by this ignorance as the things we deal with are too intellectually difficult for most people to even start to comprehend.

Speaking as an Electronic Engineer, even if I tried explaining what I do to someone they just do not understand and end up with the conclusion that we fix TVs (that’s if they didn’t think that in the first place). So what do we do? you probably wouldn’t understand if we told you and if you do understand then you should already know.

http://www.facebook.com/group.php?gid=7155434306

wkwkwk 😀

Mikroprosesor dan Mikrokontroler, Apa Bedanya?


Sebagai mahasiswa telat lulus (parah pisan oi) di semester ini saya masih ngambil kuliah loh (ehh kalakah sombong geura :evil:), dan karena persyaratan kelulusan harus mengambil minimal 5 dari 9 mata kuliah breadth, maka mau-tidak-mau saya harus mengambil mata kuliah yang bernama SISMIK (yah dibandingkan Sisken, Elka2, pilih mana hayo.. ;p).

Sekarang mari kita sedikit bahas topik pertama dari buku pegangan kuliah ini  (The 8051, Ayala) yaitu mengenai perbedaan microprocessor dan microcontroller. Dimana keduanya berasal dari ide dasar yang sama, diproduksi oleh perusahaan manufaktur yang sama, dijual kepada system designer dan programmer yang sama, dan  istilah yang sama-sama ditujukan pada IC. Jadi apa yang membedakan keduanya sehingga kita dapat mengatakan dengan yakin bahwa yg ini termasuk mikroprosesor sedangkan yg ini termasuk mikrokontroler? Lanjutkan membaca “Mikroprosesor dan Mikrokontroler, Apa Bedanya?”

An-Nafyu wal Itsbat


Inti ajaran islam adalah لا إله إلا ألله [Laa ilaaha illallaah] yang bermakna لا معبد بحق إ لا الله [Laa ma’buda bihaqqin illallaah] = tiada yang diibadahi di segala langit dan bumi dengan haq kecuali hanya Allah.

Kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah memiliki dua rukun yaitu
النفي (An-Nafiyu = menafikan/meniadakan) dan الإثبات (Al-Itsbat = menetapkan),
atau
التجريد (At-Tajrid = mengosongkan/menanggalkan) dan التفريد (At-Tafrid = menyendirikan),
atau
الولاء (Al-Wala’ = loyalitas) dan البراء (Al-Bara’ = berlepas diri).

[Hasyiyah Tsalatsatul-Ushul hal. 54, ‘Abdur-Rahman bin Muhammad bin Qasim Al-Hanbali An-Najdi]

.

Dalam tulisan ini insyaAllah akan dibahas mengenai rukun النفي (An-Nafiyu) dan الإثبات (Al-Itsbat),
1. An-Nafy (pada kalimat: Laa ilaaha), yaitu menafikan segala bentuk sesembahan yang ada.
2. Al-Itsbat (pada kalimat: Illallaah), dan menetapkan penyembahan hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

.

1. An-Nafiyu
An-Nafiyu mencakup empat perkara, yaitu An-Nafy (meniadakan) Al-Alihah, Ath-Thaghut, Al-Andad (tandingan-tandingan) dan Al-Arbab.
[Al-Wala’ wal-Bara’ Fil-Islam, Muhammad bin Sa’id bin Salim Al-Qahthany]

a) Al-Alihah
Alihah adalah jamak daripada ilah, yaitu apa yang dituju dengan sesuatu hal (dengan tindakan atau perbuatan) dalam rangka mencari manfaat atau menolak bala (bencana) .

Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata: “Apakah Sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami Karena seorang penyair gila?” (QS. As Shaffat 37: 35-36)

Apakah dengan menjadikan kebohongan kamu menghendaki sembahan-selain Allah”. (QS Ash-Shaffat 37:86).

Dan mereka (orang-orang kafir) heran bahwa telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari mereka. Dan telah berkata orang-orang kafir ini adalah penyihir pendusta. Apakah dia telah menjadikan sembahan-sembahan menjadi sembahan yang satu. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang mengherankan”. (QS. Shad :4-5)

Contoh dari sesuatu hal yang dianggap ibadah disini misalnya memberikan sesajian-sesajian pada batu atau pohon keramat, melemparkan makanan ke laut untuk persembahan, menyembelih tumbal untuk jin penunggu, meminta do’a kepada penghuni kubur, dan yang semacamnya dengan maksud menolak bala ataupun meminta manfaat dengan perbuatan tersebut.

Meskipun batu, pohon, atau kuburan keramat itu tidak disebut tuhan, akan tetapi hakikat perbuatan mereka itu adalah mempertuhankan selain Allah. Maka orang-orang yang melakukan hal itu adalah musyrik, meski mereka mengaku muslim.

Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad rahimahullah berkata: “Ulama berijma, baik ulama salaf maupun khalaf dari kalangan para shahabat dan tabi’in, para imam dan semua Ahlus Sunnah bahwa orang tidak dianggap muslim kecuali dengan cara mengosongkan diri dari syirik akbar dan melepaskan diri darinya” [Ad Durar As Saniyyah: 2/545]. Beliau juga berkata: “Siapa yang berbuat syirik, maka dia telah meninggalkan Tauhid” [Syarah Ashli Dienil Islam, Majmu’ah tauhid].

b) Al-Arbab
Arbab adalah bentuk jamak daripada Rabb, yang artinya tuhan yang mengatur dan menentukan hukum. Allah disebut Rabbul ‘alamin karena Allah yang mengatur alam ini baik secara kauniy (hukum alam) maupun secara syar’iy (syari’at). Sedangkan jika ada orang yang mengaku atau mengklaim bahwa dia berhak mengatur, berarti dia memposisikan dirinya sebagai Rabb.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mendefinisikan rabb itu adalah: “Yang memberikan fatwa kepada engkau dengan fatwa yang menyelisihi kebenaran, dan kamu mengikutinya seraya membenarkan”.

Ketika orang mengikuti apa yang bertentangan dengan hukum Allah maka dia disebut mempertuhankan, sedangkan yang diikutinya yang mana ia mengetahui bahwa hal itu pembuatan aturan, maka dia memposisikan dirinya sebagai Rabb.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, padahal mereka Hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At Taubah 9:31)

Di dalam atsar yang hasan dari ‘Adiy Ibnu Hatim (dia asalnya Nashrani kemudian masuk Islam) Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam membacakan ayat itu dihadapan ‘Adiy Ibnu Hatim, maka dia berkata: “Wahai Rasulullah, kami dahulu tidak pernah ibadah dan sujud kepada mereka (ahli ilmu dan para rahib)” maka Rasulullah berkata, “Bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan dan kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan lalu kalian ikut-ikutan mengharamkannya?” lalu ‘Adiy Ibnu Hatim berkata, “Ya, betul” lalu Rasulullah berkata lagi, “Itulah bentuk peribadatan orang-orang Nashrani kepada mereka itu” [HR. At Tirmidzi]

Jadi, ketika alim ulama memposisikan dirinya sebagai pembuat hukum mengklaim memiliki kewenangan untuk membuat hukum/undang-undang, maka dia mengkalim bahwa dirinya sebagai Rabb. Sedangkan orang yang mengikuti atau menjalankan hukum-hukum yang mereka buat itu, maka Allah memvonisnya sebagai orang yang telah mempertuhankan, yang beribadah kepada si pembuat hukum itu dan melanggar Laa ilaaha illallaah lagi musyrik.

Menentukan hukum itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Yusuf 12:40)

Dalam ayat ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa hak menentukan hukum itu hanyalah milik Allah, hak membuat hukum, aturan, undang-undang hanyalah milik Allah. Dan Allah memerintahkan agar tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah. Dalam ayat ini penyandaran hukum disebut ibadah. Jika disandarkannya kepada Allah berarti ibadah kepada Allah, sedangkan jika disandarkan kepada selain Allah berarti ibadah kepada selain Allah, itulah dien yang lurus, akan tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui.

Fir’aun ketika mengatakan “Akulah tuhan kalian tertinggi” adalah bukan dimaksudkan bahwa dia itu pencipta manusia atau yang menyediakan berbagai sarana kehidupan buat manusia, akan tetapi dia maksudkan “Sayalah pembuat hukum bagi kalian yang hukumnya harus kalian ikuti…!”.

Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi rahimahullah ketika menjelaskan surat Al An’am: 121 dan At Taubah: 31, mengatakan: “Sesungguhnya setiap orang yang mengikuti aturan, hukum, dan undang-undang yang menyelisihi apa yang Allah syri’atkan lewat lisan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, maka dia musyrik terhadap Allah, kafir lagi menjadikan yang diikutinya itu sebagai Rabb (Tuhan)”. [Al Hakimiyyah: 56]

Jadi, kesimpulannya bahwa Arbab adalah orang yang mengaku bahwa dirinya berhak membuat hukum/aturan/undang-undang, dengan kata lain Arbab adalah orang-orang yang mempertuhankan diri, sedangkan orang yang mengikuti hukum buatan para Arbab itu disebut dengan orang musyrik, dan peribadatan kepada Arbab ini adalah bukan dengan shalat, sujud, do’a, nadzar atau istighatsah, akan tetapi dengan mengikuti, mentaati, dan loyalitas terhadapnya. Sehingga pada saat Fir’aun mencela Nabi Musa dan Harun, dia mengatakan:

Dan mereka berkata: “Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang beribadah kepada kita?” (QS. Al Mu’minun 23:47)

Maksud “beribadah” di atas adalah ketaatan, oleh karena itu ketaatan kepada Fir’aun disebut beribadah kepada Fir’aun. Dan begitu juga orang sekarang yang taat kepada hukum buatan para Arbab itu adalah disebut orang yang beribadah kepada Arbab tersebut. Inilah penjelasan tentang Arbab yang menjadi bagian kedua yang harus dinafikan oleh Laa ilaaha illallaah.

c) Al-Andad
Andad adalah jamak dari kata nidd, yang artinya tandingan, maksudnya adalah tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah memerintahkan agar kita hanya menghadapkan dan menjadikan-Nya sebagai tujuan satu-satunya. Tidak boleh seseorang mengedepankan yang lain terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah berfirman tentang nidd ini atau tentang Andad ini:

…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. (QS. Al Baqarah 2: 22)

Andad adalah sesuatu yang memalingkan kamu daripada Al Islam, atau sesuatu yang memalingkan kamu daripada Al Islam atau Tauhid, baik itu anak, isteri, jabatan, harta, atau apa saja yang mana jika hal itu memalingkan seseorang daripada Tauhid atau memalingkan seseorang dari pada Al Islam atau menjerumuskan seseorang kepada kekafiran atau ke dalam kemusyrikan, maka sesuatu hal itu sudah menjadi Andad, tandingan bagi Allah Subhanahuwata’ala.

Dan dari sebagian manusia menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan, mereka mencintai tandingan-tandingan itu seperti mencintai Allah”. (QS. Al-Baqarah 2:165).

Singkatnya, segala sesuatu yang memalingkan seseorang daripada Tauhid dan Al Islam disebut Andad.

d) Ath-Thaghut
Thagut adalah yang disembah dan diminta dari selain Allah, dan dia (yang diminta dan disembah) ridlo terhadap yang demikian itu.

Thagut itu banyak macamnya, tokoh-tokohnya ada lima :
1] Iblis, yang telah dilaknat oleh Allah.
2] Orang yang disembah, sedang dia sendiri rela.
3] Orang yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya.
4] Orang yang mengaku tahu sesuatu yang ghaib, dan
5] Orang yang memutuskan sesuatu tanpa berdasarkan hukum yang telah
diturunkan oleh Allah.
[Ushuluts Tsalatsah, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab]

Sesungguhnya kewajiban pertama yang Allah fardhukan atas anak Adam adalah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Alah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana yang Dia firmankan:

Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat itu seorang rasul (mereka mengatakan kepada kaumnya): Ibadahlah kepada Allah dan jauhi thaghut…” (QS. An Nahl 16:36)

Perintah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Allah adalah inti dari ajaran semua Rasul dan pokok dari Islam. Dua hal ini adalah landasan utama diterimanya amal shalih, dan keduanyalah yang menentukan status seseorang apakah dia itu muslim atau musyrik, Allah ta’ala berfirman:

Siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah, maka dia itu telah berpegang teguh kepada buhul tali yang sangat kokoh” (QS. Al Baqarah 2:256)

Bila seseorang beribadah shalat, zakat, shaum, haji dan sebagainya, akan tetapi dia tidak kufur terhadap thaghut maka dia itu bukan muslim dan amal ibadahnya tidak diterima.

Sayyidina Umar ibn al-Khattab mengatakan, “Thogut adalah syaitan”

Jabir bin Abdullah berkata: “Thaghut adalah para dukun yang setan turun kepada mereka di suatu daerah.”

Menurut Mujahid, “Thagut adalah setan yang berbentuk manusia, dia dijadikan sebagai hakim pemutus perkara dan dialah orang yang mengendalikan urusan mereka”

Imam Malik mengatakan, “thagut adalah semua hal selan Allah yang disembah manusia. Semisal, berhala, pendeta, ahli sihir, atau semua hal yang menyebabkan syirik.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan “orang yang dijadikan pemutus perkara seperti hakim yan memutuskan perkara dengan selain Kitabullah (Al-Qur’an) adalah toghut” [Majmu Fatawa : XXVIII/201]

Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah berkata,”Thaghut adalah segala sesuatu yang melampaui batas yang berupa ma’bud (yang diibadahi) atau matbu’ (yang diikuti) atau mutha’ (yang ditaati). Sehingga toghut adalah semua orang yang dijadikan pemutus perkara, selain Alloh dan Rasul-Nya didalam suatu kaum, atau mereka yang dibadahi selain Alloh, atau yang mereka ikuti tanpa dasar keterangan dari Alloh, atau yang mereka taati pada perkaraperkara yang mereka tidak mengetahui bahwa taat kepadanya merupakan taat pada Alloh” (’lamul Muwaqqi’in ‘An Rabbil ‘Alamin :I/50]

Menurut Sayid Qutb, “Thagut adalah segala sesuatu yang menentang kebenaran dan melanggar batas yang telah digariskan oleh Allah swt untuk hamba-Nya. Thagut bisa berbentuk pandangan hidup, peradaban, dan lain-lain yang tidak berlandaskan ajaran Allah” [Fi Zhilalil Qur’an I/292]

Menurut Syaikh Muhammad Qutb, “Thogut adalah seseorang, organisasi atau institusi, jama’ah, pemerintahan tradisi atau kekuatan yang menjadi panutan atau aturan manusia, dimana manusia tidak dapat membebaskan diri dari perintahnya dan larangannya.”

Adapun tata cara kufur kepada thaghut adalah sebagaimana yang dijabarkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah:

1. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah,
2. Engkau meninggalkannya,
3. Engkau membencinya,
4. Engkau mengkafirkan pelakunya,
5. Dan engkau memusuhi para pelakunya.

Ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya tatkala mereka mengatakan kepada kaumnya: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah, kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja…” (QS. Al Mumtahanah 60: 4)

.

Jadi Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk berlepas diri, menjauhi, dan meninggalkan empat hal tadi: Alihah (sembahan-sembahan), Arbab (tuhan-tuhan pengatur), Andad (tandingan-tandingan), dan Thaghut.

.

2. Al-Itsbat
Al-Itsbat mencakup empat perkara, yaitu Al-Qashdu, At-Ta’zhim dan Al-Mahabbah, Al-Khauf dan Ar-Raja’, dan At-Taqwa.
[Al-Wala’ wal-Bara’ Fil-Islam, Muhammad bin Sa’id bin Salim Al-Qahthany].

a) Al-Qashdu, adalah tidaklah ibadah itu ditujukan melainkan hanya kepada Allah.

b) At-Ta’zhim adalah pengagungan hanya untuk Allah. Dan Al-Mahabbah, adalah cinta hanya untuk dan karena Allah.

Dan orang-orang yang beriman lebih dahsyat/hebat cintanya kepada Allah”. (QS. Al-Baqarah 2:165).

c) Al-Khauf adalah rasa takut/khawatir mendapat kemurkaan dan siksa/adzab Allah (neraka). Dan Ar-Raja’, adalah berharap mendapat rahmat dan ni’mat dari Allah (surga). Ayat yang berkenaan dengan berharap ni’mat Allah dan takut terhadap siksa Allah.

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.’ (QS. An-Anbiya’ 21:90)

Sesungguhnya demikianlah syetan beserta pengikut-pengikutnya menakut-nakuti (orang-orang beriman). Maka janganlah kalian takut kepada mereka (setan dan wali-wali syetan), namun takutlah kepada-Ku, jika kalian orang-orang yang beriman”. (QS. Ali ‘Imran 3:175)

Maka barangsiapa berharap berjumpa Rabbnya (Allah), hendaklah beramal dengan amalan Shalih, dan tidak menyekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya (Allah) dengan seseorangpun”. (QS. Al-Kahfi 18:110)

d) At-Taqwa, adalah takut mendapat kemurkaan dan siksa Allah dengan meninggalkan amalan syirik dan maksiat, ikhlas beribadah kepada Allah, mengikuti perintah Allah dan Syari’at Allah.

Maka berbekallah kalian (untuk menjumpai kematian dan alam akhirat), maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah Taqwa”. (QS. Al-Baqarah 2:197)

berkata ‘Abdullah bin Mas’ud رضىالله عنه tentang Taqwa :
“Sesungguhnya kamu beramal ta’at kepada Allah, di atas cahaya (petunjuk) dari Allah, kamu berharap pahala Allah, dan bahwa kamu meninggalkan maksiat/durhaka kepada Allah di atas cahaya (petunjuk) dari Allah, kamu takut (khawatir,cemas) siksa Allah”.

Sumber: http://www.google.co.id, kompilasi dari beberapa artikel 😀

Cara Buat Blog dalam 35 Bahasa Sekaligus dengan Google Translate


Google Translate kini akhirnya mendukung bahasa Indonesia, asiiik… Buat saya pribadi, yg menarik dari updatenya Google Translate ini bukan karena dia bisa nerjemahin bahasa XYZ ke bahasa Indonesia (karena cukup diterjemahin ke bahasa inggris juga, saya insyaAllah udah cukup ngerti), tapi lebih dikarenakan dia bisa nerjemahin Bahasa Indonesia ke bahasa lainnya itu… yah meskipun hasil terjemahannya masih rada2 kacaw (ancur pisan malah! mungkin gara2 gaya bahasa sayanya juga yang kacaw beliaw trus diterjemahin malah jadi lucu dibacanya :)) tapi gpp lumayan lah yg penting kan sedikitnya bisa dimengerti 8)

Misalkan saya ambil contoh artikel lama saya, silakan bandingkan artikel aslinya dengan bahasa Inggrisnya atau bahasa Latvianya (kenapa harus bahasa Latvia coba?). Nah, hat.. lihat… jadi sekarang orang luar dari negara antah berantah yg gak bisa bahasa Indonesia pun bisa ngerti blog saya, yang berarti Blog ini sekarang Go International, huehehe.. 😀

~~~

Maka dari itu jika Anda tidak mengerti bahasa Indonesia namun sangat ingin mengerti isi blog ini, silakan pilih bahasa yang Anda mengerti diantara list blog saya dalam bahasa2 lain ini 8) :

1. في اللغة العربية (Arabic)
2. на български език (Bulgarian)
3. al idioma català (Catalan)
4. 在中国(简体)(Simplified Chinese)
5. 在中國語言(繁體)(Traditional Chinese)
6. u hrvatskom jeziku (Croatian)
7. v českém jazyce (Czech)
8. i det danske sprog (Danish)
9. in de Nederlandse taal (Dutch)
10. in the English language (English)
11. sa wikang Filipino (Filipino)
12. vuonna suomen kieli (Finnish)
13. dans la langue française (France)
14. in deutscher Sprache (German)
15. στα ελληνικά (Greek)
16. על השפה העברית (Hebrew)
17. हिंदी म (Hindi)
18. in lingua italiana (Italian)
19. 日本語で (Japanese)
20. 한국의 언어로 (Korean)
21. kas latviešu valodā (Latvian)
22. į lietuvių kalbą (Lithuanian)
23. i norsk språk (Norwegian)
24. w języku polskim (Polish)
25. no idioma Português (Portuguese)
26. în limba română (Romanian)
27. на русском языке (Russian)
28. на српском језику (Serbian)
29. v slovenskom jazyku (Slovak)
30. v Slovenski jezik (Slovenian)
31. en español (Spanish)
32. i det svenska språket (Swedish)
33. українською мовою (Ukrainian)
34. trong ngôn ngữ Việt Nam (Vietnamese)

CMIIW Lanjutkan membaca “Cara Buat Blog dalam 35 Bahasa Sekaligus dengan Google Translate”

SKS itu adalah…


kalau di dunia perkuliahan, dikenal sebuah istilah bernama SKS (singkatan dari Satuan Kredit Semester). Aslinya, ketika kita mengambil kuliah sebanyak 18 SKS misalnya, itu berarti setiap minggunya kita mengambil 18 jam untuk kuliah + 18 jam untuk tugas/PR + 18 jam belajar mandiri. Meskipun pada kenyataannya sangat jauh berbeda 🙂

Selain itu, ada juga istilah SKS yang memiliki pengertian berbeda yaitu metode belajar cepat ( 😀 istilahnya koq kaya bimbel ya). Tetapi ntah kenapa justru istilah ini yang sangat populer di kalangan pelajar. yaitu SKS berarti Sistem Kebut S…. huruf S-nya bisa diganti dengan: sesemester, sebulan, seminggu, sehari, semalam, subuh, sejam, semenit, sedetik (wow! ga mungkin), dan semacamnya…

.

.

.

ada apa sih nulis ini?

yap, benar, practice make perfect,,,hehehe… sekarang saya ingin mencoba mempraktekkan nih metoda SKS :mrgreen: apa bisa efektif ya? mudah2anlah… mohon maaf kepada teman atau fans (hueks.. *muntah2*) yang akan mengirim pesan ym atawa e-mail kepada saya selama beberapa hari ini. Saya mungkin tidak bisa membacanya karena sibuk 😉

Selamat ujian…

Lanjutkan membaca “SKS itu adalah…”

The quick brown fox jumps over the lazy dog


Ketika berurusan dengan template, seperti halnya Lorem ipsum yang pernah saya ceritakan, ada lagi kalimat ga nyambung yang biasa kita lihat (biasanya kalau buka file font muncul kalimat ini…) : The quick brown fox jumps over the lazy dog. Yang kalau diartikan kira-kira: Seekor rubah coklat yang cepat melompati seekor anjing pemalas. 😀 apa nih, kayanya ngga penting… ada lagi versi lain yang biasa dilihat di font2 windows (hanya saja ini lebih jarang) : Jackdaws love my big sphinx of quartz. So what?

Tentu saja pemilihan kalimat2 tersebut jadi standar demo font bukannya tanpa alasan (mudah2an ada yg belum tau 🙂 )… itu karena kalimat The quick brown fox yang terdiri dari 35 huruf tersebut mengandung semua huruf alphabet supaya font tersebut terlihat tampilan visual semua hurufnya dari A sampai Z, 😯 silakan cek.

Kalau dalam dunia tipografi, kalimat-kalimat tadi itu dikenal dengan istilah pangram: a sentence which uses every letter of the alphabet at least once. Pangrams are used, like lorem ipsum, to display typefaces and test equipment.” kalau lihat, ternyata pangram itu bukan hanya the quick atau jackdaws saja, tetapi banyak. Versi bahasa-bahasa planet (baca: bahasa2 yg tidak saya mengerti) juga ada bermacam-macam.

Penasaran kan, The quick brown fox versi bahasa Indonesianya apa?

.

.

. Lanjutkan membaca “The quick brown fox jumps over the lazy dog”