Menuju Sistem Telemonitoring Kesehatan yang Ubiquitous


Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat saat ini memungkinkan pelayanan kesehatan dilakukan secara elektronik. Salah satu diantara aplikasinya adalah berupa sistem monitoring kesehatan pasien dari jarak jauh yang diistilahkan dengan  sistem telemonitoring, remote patient monitoring, atau wireless patient monitoring.

The American Telemedicine Association mendefinisikan telemonitoring sebagai proses penggunaan audio, video, dan teknologi pengolahan informasi elektronik atau telekomunikasi lainnya untuk memantau status kesehatan pasien dari jarak jauh. Sedangkan The Medical Dictionary Online mendefinisikan telemonitoring sebagai sebuah pengukuran secara terus menerus atau periodik terhadap proses fisiologis dari pasien seperti tekanan darah, denyut jantung, dan tingkat respirasi.

remote

Gambar 1. Remote Patient Monitoring System (Devaraj, 2012)

Dengan diterapkannya sistem telemonitoring ini maka status kesehatan pasien dapat dilakukan tanpa pasien perlu berada di rumah sakit. Di sisi lain dokter yang menangani pasien pun dapat melakukan monitoring atas kondisi pasien secara realtime tanpa perlu melakukan kunjungan ke lokasi dimana pasien berada sehingga penanganan pasien dapat dilakukan dengan lebih efisien. Sistem telemonitoring pada umumnya memiliki Lanjutkan membaca “Menuju Sistem Telemonitoring Kesehatan yang Ubiquitous”

Akses Serial Port di Linux


Tau program HyperTerminal kan? kalau komputernya Windows XP bisa dilihat di Start Menu > Accessories > Communications > HyperTerminal (dengan asumsi waktu nginstall windows paket instalasi standarnya diinstall semua).

Ini nih HyperTerminal tuh.. (gambar ngambil dari gugel)

Kalaulah dulu saya tidak mengambil mata kuliah yang ada praktikum pake HyperTerminalnya (lupa praktikum apaan :p) mungkin saya yang gaptek ini tidak akan tahu apa gunanya program misterius bernama HyperTerminal di Windows itu, dan dengar-denger katanya tidak dimasukkan lagi sejak munculnya Windows Vista dan Windows 7 hehe.. Padahal banyak juga loh device yang salah satu akses konfigurasinya lewat port serial RS-232. Lanjutkan membaca “Akses Serial Port di Linux”

Mispersepsi Lingkup Kerja Engineer


Sebuah quote dari salah satu group di Facebook, couldnt agree more than this lah pokonamah!

I have officially reached a point where if someone would now ask me if Electronic/Electrical Engineers fix TVs and VCRs I am going to punch them so hard that they forget what a TV is in the first place. My full respect to all technicians and repairmen, but that is not what engineers do.

There is so much misunderstanding about what an Electronic/Electrical Engineer or any kind of Engineer for that matter does, whether Electrical, Computer, Civil, Mechanical, Nucleur… It’s not only a problem within the engineering fields but with any university discipline. Many people are ignorant and do not understand what a particular discipline involves. Engineering though is probably the most affected by this ignorance as the things we deal with are too intellectually difficult for most people to even start to comprehend.

Speaking as an Electronic Engineer, even if I tried explaining what I do to someone they just do not understand and end up with the conclusion that we fix TVs (that’s if they didn’t think that in the first place). So what do we do? you probably wouldn’t understand if we told you and if you do understand then you should already know.

http://www.facebook.com/group.php?gid=7155434306

wkwkwk 😀

Metoda Optimasi Jaringan WAN


Definisi
Wide Area Network (WAN) adalah jaringan komputer dalam area yang luas (contohnya jaringan yang saling berkomunikasi antar wilayah metropolitan, regional, atau perbatasan negara). Atau secara mudahnya, yaitu sebuah jaringan yang menggunakan router dan sambungan komunikasi publik.

WAN optimization adalah upaya untuk mempercepat aplikasi dalam skala luas yang diakses oleh user-user yg terdistribusi, dengan mengeliminasi transmisi yang tidak diperlukan, mengelompokkan data pada level tertentu dalam local cache, melakukan compression, melakukan pemrioritasan pada data, dan mengefisienkan protocol.

WAN Optimizer tersebar pada kedua sisi koneksi WAN. Pada kebanyakan kasus, berada di belakang router WAN pada sisi LAN. Device tersebut mensetting application traffic yang ditujukan untuk WAN sehingga performa aplikasi yang melewati WAN dipercepat. Hasilnya adalah akselerasi WAN dan respon waktu aplikasi yang lebih cepat.

***

Alasan Utama Pentingnya Optimasi
Performa sebuah jaringan bagi network administrator merupakan hal yang sangat penting. Karena itu ketika performa jaringan mulai melambat atau bahkan seringkali gagal, tentu seharusnya segera ditindaklanjuti.

Dalam hal ini setidaknya seorang network administrator memiliki 2 solusi menyelesaikannya yaitu:
1. melakukan upgrade jaringan WAN, atau
2. melakukan optimasi jaringan WAN.

Untuk melihat solusi mana yang terbaik, tentu kita perlu membandingkannya dari beberapa sisi. Dari sisi biaya, pilihan pertama memerlukan ongkos yang lebih mahal karena perlu menambah kapasitas link dan mengganti perangkat yang kapasitasnya rendah. Sedangkan untuk pilihan kedua. Dari sisi penyelesaian masalah, pilihan pertama dalam jangka pendek merupakan solusi yang baik, namun untuk jangka panjang pilihan ini seringkali tidak menyelesaikan masalah, bahkan masalah yang sama dimungkin dapat terjadi kembali.

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa meski pilihan pertama merupakan pilihan yang logis, namun pilihan kedua ternyata lebih efektif dari sisi cost, solusi untuk jangka panjang, dan lebih elegan.

***

Mekanisme dan Prinsip Kerja Optimasi Jaringan

1) Compression
Prinsip dasar compression pada produk WAN yaitu untuk merepresentasikan sebuah frame dari data menjadi lebih singkat dengan metoda algoritma compression tertentu untuk nantinya ditransmisikan melalui jaringan, hanya saja kompresi data ini terjadi hanya pada jalur WAN dan kemudian akan didekompress secara otomatis setelah terkirim, ini tentu akan menghemat space lebih pada jalur WAN untuk paket lain sehingga dapat membuat jaringan tersebut semakin efisien. Optimasi dengan metoda compression ini sangat cocok untuk jaringan dengan topologi point to point leased lines.

2) Caching
Mekanisme caching sangat diperlukan jika ada pengaksesan data atau site yang sama dari waktu ke waktu sehingga mengurangi pengiriman paket yang sama yang berulang ulang, karena caching server memiliki kemampuan untuk menyimpan informasi yang sering diminta.

Salah satu kekurangan caching adalah adanya resiko memberikan data yang tak update. Jika kita mengakses halaman cache saat ini, maka beresiko mendapatkan informasi yang salah dan sudah basi. Kebanyakan browser sebenarnya dapat melakukan mekanisme caching masing-masing. Banyak web server yang menyimpan time stamp dari update terakhir mereka, kemudian browser menggunakan salinan cache dari remote page setelah memeriksa time stamp tersebut.

3) Traffic Shaping
Application shaping, atau traffic shaping, atau bandwidth control adalah metoda yang mengoptimize bandwidth. Metode ini dapat membagi-bagi jalur WAN untuk bermacam aplikasi dimana jaringan dapat dikontrol dan pada akhirnya trafik yang penting mendapat bandwidth yang cukup.

4) Equalizing
Equalizing membuat penyesuaian dengan menambahkan latency pada data yang mempunyai prioritas rendah, sehingga data dengan prioritas yang lebih tinggi menerima bandwidth yang cukup. Aliran pada bandwidth dengan prioritas tinggi biasanya sedikit dan dapat diketahui oleh administrator. Aliran tersebut jarang muncul secara spontan, jadi sedikit lebih mudah untuk memberi pengecualian pada aliran aliran yang jarang seperti ini. Hal ini tentunya lebih mudah daripada mengklasifikasi setiap aliran pada jaringan setiap waktu.

5) Connection Limits
Prinsip kerjanya yaitu mencegah akses yang terhambat pada router dan akses point karena denial of service atau peer to peer. Cocok untuk wide open Internet access links, dapat juga digunakan untuk jalur WAN.

6) Simple Rate Limits
Simple rate limit adalah bentuk penggunaan bandwidth control yang paling umum dan luas digunakan. Simple rate limit membatasi kecepatan akses secara simpel, misalnya sebuah Internet Service Provider menjanjikan kepada para penggunanya “256 kbps up dan 256 kbps down”. Mencegah satu user mendapatkan lebih banyak dari sejumlah data.

7) Proxy
Proxy Server, yang bisa berupa komputer atau perangkat keras yang menjalankan proxy service, bekerja sebagai penengah antara user yang berada di jaringan internal, dan service yang berada di jaringan luar (biasanya Internet). Proxy server mengambil request dari user dan melakukannya untuk kepentingan user. Di sistem eksternal, request tersebut seolah olah datang dari proxy server, bukan dari user yang berada di jaringan internal.

***

~Secuil ringkasan dari tulisan lama hasil studi literatur saat kerja praktek Juni-Agustus 2008 yang saya simpan di bagian bab 3 dari makalahnya yang berjudul “OPTIMASI JARINGAN WAN MENGGUNAKAN PACKETEER PACKETSHAPER”,  hanya baru diblogkan sekarang :p~

Daftar Pustaka:
[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Wide_Area_Network
[2] http://en.wikipedia.org/wiki/WAN_optimization
[3] http://www.netequalizer.com/bandwidthwhitepaper.php
[4] dll (Dan Lupa Lagidarimanaajapokonamahmendaktigoogleweh)

***

Posting terkait:
https://faisalman.wordpress.com/2008/06/15/kape-deh/
https://faisalman.wordpress.com/2008/07/15/foto2-eksklusif-sang-asisten/

Algoritma Quine-McCluskey


Quine-McCluskey merupakan salah satu metoda yang digunakan untuk menyederhanakan sebuah persamaan boolean. Fungsinya sama seperti Karnaugh Map (K-Map), hanya saja dengan metode Quine-McCluskey kita dapat menghitung lebih dari 6 variabel. Format tabelnya juga menjadikan lebih efisien untuk digunakan dalam algoritma komputer dan memberikan cara deterministik untuk memeriksa bahwa bentuk minimal sebuah fungsi boolean telah tercapai.

Metode ini secara umum terdiri dari 2 langkah, yaitu mencari semua prime implicant kemudian pilih EPI & sisa PI yang mengcover minterm sehingga didapat fungsi minimum.

Contoh soal:
Sederhanakan fungsi F(A,B,C) = Σm(0,1,2,3,6,7,8,9,14,15)

Jawab:
Langkah 1
Buat tabel semua minterm dari fungsi berdasarkan representasi binernya

Langkah 2
Susun minterm menjadi beberapa grup berdasarkan jumlah 1 dari representasi binernya

Langkah 3
Bandingkan setiap minterm dalam sebuah grup dengan setiap minterm grup di bawahnya. Jika keduanya hanya memiliki satu nilai bit yang berbeda, kombinasikan menjadi sebuah term baru pada list berikutnya dengan tanda (-) pada variabel yang dieliminasi.

Langkah 4
Ulangi langkah diatas untuk semua grup dari minterm dalam list, hasil dalam list baru disusun per grup juga. Pemberian tanda ceklis (v) dilakukan setelah membuat list berikutnya, dengan menceklis minterm yang ada kombinasinya di list selanjutnya.

Langkah 5
Bandingkan lagi grup minterm pada list baru, cari yang berbeda satu bit seperti langkah sebelumnya kemudian susun lagi hasilnya menjadi sebuah list baru. Lakukan terus langkah ini hingga tidak ada list baru yang dapat dibuat. Semua term yang tidak terceklis merupakan Prime Implicant.

Langkah 6
Pilih subset prime implicant paling minimal, yang dapat mengcover semua minterm dari fungsi booleannya.

Dari perhitungan di atas kita kita lihat bahwa PI2 dan PI4 merupakan EPI (Essential Prime Implicant) karena mengcover 8,9 dan 14,15 yang tidak memiliki PI lain yang mengcovernya. Dengan mengambil keduanya otomatis 0,1,6,7 telah tercover. Sisanya untuk mengcover 2,3 ambil dari PI1 atau PI3, sehingga kita dapatkan solusi dari soal ini:

F  =  PI1 + PI2 + PI4
=  A’B’+ B’C’ + BC

Sumber: berkas-berkas catatan kuliah “Perancangan Rangkaian Sekuensial”. Ditemukan juga pada catatan kuliah “Rangkaian Logika & Teknik Digital” dan matakuliah “Matematika Diskrit”.

Mikroprosesor dan Mikrokontroler, Apa Bedanya?


Sebagai mahasiswa telat lulus (parah pisan oi) di semester ini saya masih ngambil kuliah loh (ehh kalakah sombong geura :evil:), dan karena persyaratan kelulusan harus mengambil minimal 5 dari 9 mata kuliah breadth, maka mau-tidak-mau saya harus mengambil mata kuliah yang bernama SISMIK (yah dibandingkan Sisken, Elka2, pilih mana hayo.. ;p).

Sekarang mari kita sedikit bahas topik pertama dari buku pegangan kuliah ini  (The 8051, Ayala) yaitu mengenai perbedaan microprocessor dan microcontroller. Dimana keduanya berasal dari ide dasar yang sama, diproduksi oleh perusahaan manufaktur yang sama, dijual kepada system designer dan programmer yang sama, dan  istilah yang sama-sama ditujukan pada IC. Jadi apa yang membedakan keduanya sehingga kita dapat mengatakan dengan yakin bahwa yg ini termasuk mikroprosesor sedangkan yg ini termasuk mikrokontroler? Lanjutkan membaca “Mikroprosesor dan Mikrokontroler, Apa Bedanya?”

WiMAX Menyelimuti Kota Bandung


September kemaren baca di sebuah forum tentang adanya rencana pilot project WiMAX di Bandung (yeah..) mulai 15 Oktober sampai akhir 2008, dimana selama masa ini katanya sih bisa akses internet gratisan.. bikin ngiler nih, apalagi kecepatan transfer datanya WiMAX bisa sampai 70Mbps dengan coverage area sampai 50 KM!! 😯 wow lebih hebat dari Wifi yg rata2 kecepatan transfer datanya 54Mbps di area hot spot yang rentangnya cuman beberapa puluh meter..

Cuman sayangnya meskipun teknologinya udah lama, WiMAX secara komersial kan termasuknya baru. Jadi kayaknya yg jual modem/receiver WiMAX masih jarang deh.. ntahlah, laptop yang terintegrasi WiMAX juga kayaknya masih sedikit.. Kebanyakan laptop (termasuk laptop sayah) koneksi wirelessnya cuman WLAN/Wifi (IEEE 802.11), jadi gak bisa konek ke WiMAX (IEEE 802.16)… jadi gimana yah cara connect ke WiMAX huehehe.. 😦

Btw, adakah yg udah nyobain?

Terungkapnya Misteri Memristor, Revolusi Baru Dunia Elektronika


Textbook2 di Jurusan EE (Electrical Engineering, iaitu Teknik Elektro) mengatakan bahwa dalam dunia elektronika terdapat 3 komponen fundamental: resistor, kapasitor, dan induktor. Tapi Fren, tahukah kalian kalau ternyata ada satu lagi komponen fundamental yang hilang (Missing Link, bahasa Narutonya: Missing Nin, halah.. apa coba?), komponen elektronik pasif keempat bernama “Memory-resistor” atau disebut juga “Memristor”. Uniknya, komponen ini baru berhasil dibuat di HP (Hewlett-Packard) Labs bulan April 2008 lalu. (walaah.. telat nulisnya 😦 )

.

Asal Mula Memristor

Alkisah, kisah kasih di sekolah (apa siih? 😕 biarin, ini kan blog saya!) memristor ini dimulai sekira 37 tahun lalu (1971) di University of California di Berkeley. Saat itu Prof. Leon Chua mempublikasikan paper yang menyatakan hipotesanya bahwa ada komponen fundamental yang keempat selain resistor, kapasitor, dan induktor, komponen ini tidak bisa digantikan oleh kombinasi apapun dari tiga komponen lainnya karena secara radikal memang beda. Berdasarkan konsep kesimetrisan, masing2 komponen didefinisikan sebagai relasi antara 2 dari 4 variabel fundamental rangkaian: tegangan, arus, muatan, dan flux. (lihat gambar di bawah)

“now all the EE textbooks need to be changed”

-IEEE Kirchoff Award winner, Leon Chua, on the discovery of the memresistor.

Namun hingga 36 tahun lebih kisah misteri hilangnya komponen keempat ini tetap menjadi misteri, karena baru sebatas persamaan matematis (postulat sama hipotesa apa bedanya ya? ada yg bisa jelaskan?) dan belum ada yang bisa membuktikannya dalam bentuk fisik selama puluhan tahun, ini lebih disebabkan karena pembuktian akan adanya memristansi lebih terlihat pada percobaan berskala nano.

Although researchers had observed instances of memristance for more than 50 years, the proof of its existence remained elusive -in part because memristance is much more noticeable in nanoscale devices. The crucial issue for memristance is that the device’ atoms need to change location when voltage is applied, and that happens much more easily at the nanoscale.”

-HP Labs

.

37 Tahun kemudian

jreng3x.. hoho.. kita balik lagi ke tahun 2008. tepatnya di bulan April 2008, sekumpulan scientis yang melakukan riset di Lab HP (Hewlett-Packard) berhasil membuat prototipe yang bekerja sesuai sifat komponen misterius tersebut dengan menggunakan teknologi crossbar-latch yang dikembangkan sejak tahun 2005.

Di bawah ini gambar circuit dengan 17 memristor yg dicapture menggunakan atomic force microscope (gitu lah kata om Wiki):

.

Teori Memristor

Alasan utama memristor berbeda secara radikal dari komponen fundamental lain ialah, memristor dapat menyimpan memory masa lalunya. Ketika kita mematikan tegangan pada rangkaian, si memristor ini tetap mengingat berapa besarnya dan berapa lama.

Mari beranalogi sejenak untuk membedakan resistor dengan memristor. (gilaa, makin serius aja ini tulisan 😆 ) Analogi klasik untuk resistor adalah dia seperti sebuah pipa dimana air (analogi listriknya) melaluinya. Nah, lebar pipa ini dianalogikan sebagai resistansi dari arus yang mengalir, semakin sempit pipanya maka semakin besar resistansinya, dimana resistor normal tidak berubah ukurannya. Di sisi lain sebuah memristor dianalogikan dapat berubah ukurannya sesuai jumlah air yang melaluinya. Jika air melalui pipa tersebut ke satu arah, ukuran pipa bertambah besar (yang berarti resistansi semakin kecil), sebaliknya jika air melalui arah sebaliknya, ukuran pipa bertambah kecil (yang berarti makin resistif). Dan si memristor ini mengingat, ketika aliran air dimatikan, ukuran pipa tidak berubah. Meski sebenarnya mekanisme tersebut secara teknis dapat dilakukan juga dengan gabungan transistor dan kapasitor, tapi membutuhkan banyak transistor dan kapasitor untuk melakukan pekerjaan dari satu memristor tersebut.

Memristor sendiri didefinisikan sebagai sebuah elemen dimana flux magnetik Φm antara terminal merupakan fungsi dari jumlah muatan elektrik q yang melewati device. setiap memristor memiliki karakteristik berdasarkan fungsi memristansi yang merupakan besaran perubahan flux terhadap perubahan muatan.

M(q) = dΦm/dq

Hukum induksi Faraday menyatakan bahwa flux merupakan integral waktu t dari tegangan, dan muatan merupakan integral waktu t dari arus, sehingga dapat dituliskan

M(q) = (dΦm/dt) / (dq/dt) = V/I

Dari sini bisa diturunkan bahwa memristansi merupakan resistansi yang bergantung pada muatan. Jika M(q) konstan, maka kita dapatkan R = V/I. Jika M(q) nontrivial, bagaimanapun persamaan itu tidak equivalen karena q dan M(q) akan bervariasi terhadap waktu t. (walahh makin serius aja neh blog 😕 ) Menyelesaikan tegangan sebagai fungsi waktu kita dapatkan

V(t) = M(q(t)).I(t)

Persamaan ini menjelaskan memristansi sebagai hubungan linier antara arus dengan tegangan. Alternating Current (AC, Arus bolak-balik) menjelaskan ketergantungan linier dalam operasi rangkaian dengan menginduksi sebuah tegangan terukur tanpa net pergerakan muatan, sepanjang perubahan maksimum q tidak menyebabkan perubahan berarti pada M.

Lebih jauhnya, memristor akan static manakaa tidak ada arus, jika I(t)=0, maka V(t)=0 dan M(t) akan konstan. Inilah esensi dari memory effect.

(gimana, gimana, merasa tercerahkan? atau………. masih bingung juga kek sayah? 😀 )

.

Aplikasi Memristor

Sebelumnya mari kita flashback dulu sebentar ke tahun lupa-lagi-gak-tau-malah, saat itu ditemukannya transistor menjadikan revolusi besar di dunia elektronika menggantikan tabung vakum. Revolusi apa lagi kah kiranya yang bakal terjadi dengan terungkapnya memristor? 8)

Berikut ini beberapa implementasi memristor (seperti yang disebutkan oleh situs2 yg saya rujuk):

– Memristor sebagai switch

Switching Memristor disebutkan lebih sederhana dibandingkan MOSFET switch yang populer sekarang, Memristor sebagai switch? Jadi inget materi kuliah Elka: Transistor sebagai switch (inget judulnya doang koq 😀 hhaha..) cuman si Memristor ini tidak punya fungsi sebagai amplifier karena dia komponen pasif. dan mustahil juga membuat konstruksi digital logic yang hanya menggunakan memristor.

– Teknologi Komputer berskala Nano

Di artikel HP Labs disebutkan bahwa salah satu goal yang diharapkan oleh para peneliti dalam membangun dan mempelajari elektronika dan arsitekrur berskala nano adalah untuk mengubah komputer melewati batas fisik dan fiskal dari rangkaian chip silikon konvensional. Selama beberapa dekade, peningkatan performa chip dilakukan dengan menambah dan menambah jumlah transistor pada rangkaian, sedangkan semakin tinggi kepadatan transistor pada chip ternyata menyebabkan masalah yaitu panas yang berlebih.

Dibandingkan menambah jumlah transistor pada rangkaian, kita dapat membuat rangkaian hybrid dengan transistor lebih sedikit tapi dengan tambahan memristor -dan fungsionalitas, teknologi memristor dapat mewujudkan rangkaian dengan high-density namun lebih efisien dalam energi. hmm.. karena ini kah Hukum Moore akan kembali berlaku? 😕

– Non-volatile Solid-state Memory

menjadikan mungkin membuat device yang dapat menyimpan data sebesar harddisk dengan access time serasa DRAM, bahkan device ini mungkin akan menggantikan kedua komponen tersebut. Prototipe crossbar-latch memory yang dibuat HP menggunakan device yang dapat memuat 100 gigabit dalam satu centimeter persegi, bandingkan dengan Flash memory terpadat saat ini sebesar 32 gigabit. HP juga menyebutkan bahwa versi memristor ini kecepatannya sekitar sepersepuluh kecepatan DRAM. wow 😯

Akibat lain dari Non-volatile memory adalah kita dapat membuat komputer tidak perlu booting setiap kali dinyalakan. Biasanya setiap kita menyalakan komputer ada proses boot-up terlebih dulu, membaca data yang tersimpan di harddisk yang diperlukan untuk sistem operasi berjalan, dan ini tentu makan waktu. Alasan mengapa komputer setiap dinyalakan harus direboot ulang adalah karena DRAM hilang kemampuannya menyimpan bit informasi setelah powernya dimatikan. Sedangkan secara memristor dapat mengingat tegangan, sehingga komputer memristor tidak memerlukan reboot tiap kali dinyalakan. Jadi misalkan kita sedang membuka banyak window aplikasi, komputernya itu kita turn off. Nah, ketika kita kembali dan menyalakan komputernya, secara instant sistem langsung berjalan dan semua yang ada di layar sama persis dengan saat ketika kita matikan. IMHO, mekanisme ini seperti melakukan Hibernate dengan kecepatan Standby. Dan lagi, non-volatile memory mungkin implementasi memristor yang paling mungkin dalam waktu dekat.

– Emulasi Sistem Neural

Chua juga mengatakan bahwa sinapsis, yaitu koneksi antara neuron-neuron (huhuhu.. teringat kembali pelajaran biologi SMA tentang sistem saraf), memiliki tingkah laku memristif. Sehingga katanya memristor dapat menjadi device elektronik yang ideal untuk mengemulasikan sebuah sinapsis.

– Aplikasi lainnya

Beberapa paten yang berhubungan dengan memristor diantaranya disebutkan mencakup aplikasi2 dalam programmable logic, signal processing, neural networks, control systems, dan lain-lain (cari sendiri lah klean…)

.

Akhirul kalam, mohon maaf kalau ada salah-salah kata, cmiiw. Pesan saya, ini kesempatan emas buat kita (kii..ta?) anak2 EL (yah mungkin FI dan FT juga) 😉

.

Referensi dan bacaan lain:

– IEEE Spectrum: The Mysterious Memristor

– HP Lab: Demistifying the Memristor

– Wikipedia: Memristor

– Wired: Scientists Create First Memristor: Missing Fourth Electronic Circuit Element

– Tempo Interaktif: Memristor, Lebih Dahsyat Dari Transistor

– andika-lives-here.blogspot.com: Memristor yang Mengubah Paradigma

– Google :d Search: “Memristor”

.

Original Paper Chua 1971 di IEEE

FYI, mun teu lepat, Prof. Leon Chua itu tuh yang nulis buku “Linear and Non-linear Circuits” yang merupakan buku pegangannya ‘kuliah maut’ RE (Rangkaian Elektrik). btw klo buku2 EE (electrical engineering) ditambah lg materinya ttg memristor ini, apakah kuliah RE atau Elka bakal jadi tambah maut? 😀

Kape deh


Kuliah semester 6 akhirnya berlalu sudah, kini memasuki semester pendek di bulan Juni Juli ini, kami (saya dan sebagian mahasiswa seangkatan saya) mulai memasuki masa-masa KP (kerja praktek) atau mungkin orang2 lebih mengenalnya dengan sebutan PKL (Praktek Kerja Lapangan,yg pasti bukan Pedagang Kaki Lima :P). Singkatnya, di KP ini kita kerja di perusahaan-perusahaan beneran yg direkomendasikan oleh jurusan untuk memperdalam/mengaplikasikan ilmu2 yg sudah kita pelajari selama kuliah.

Saya belum tahu harus menulis apa, tapi kalau masih penasaran silakan simak beberapa liputan tentang KPnya jurusan-yang-keren-abis-dan-angkatan-yang-kompak-abis-juga ini di http://kpelektro05.wordpress.com

Demikianlah posting update-an nan singkat ini, kalau ada waktu mudah2an saya bisa menyempatkannya untuk menuliskan secara lebih khusus.

wassalamualaikum.

Masih Ada Kesempatan Ikut EEA


Wah, sebenarnya topik ini sudah basbang, hahaha telat nih… tapi gapapalah hitung-hitung bantu panitianya 😛 . Buat Anda mahasiswa S1 atau D1/D2/D3? (tidak harus mahasiswa elektro lho :)) punya ide untuk menciptakan sebuah aplikasi elektro dalam bentuk alat, sistem atau simulasi inovatif yang berkaitan dengan Energi terbarukan, Kesehatan, atau Penanggulangan Bencana?

Kalau jawabannya iya, maka jangan sampai lewatkan untuk mengikuti perlombaan cipta karya elektroteknik yang diadakan oleh HME ITB bernama Electrical Engineering Awards (EEA) 2007. ..baca terus tulisan ini selengkapnya klik disini…