Pengantar ‘Essential ActionScript 3.0’ Versi Cupu :)


Sekarang giliran baca e-booknya Colin Moock: “Essential ActionScript 3.0“, e-book ini didapatkan dengan mencari di internet tapi yg saya dapat ini bajakannya lho he he 😀. tebalnya lumayan: 900 halaman! Keren! (halah. padahal baru baca pengantarnya doang :P).

Paragraf pertama dari pengantarnya ‘kira2’ (ngasal soalnya :P) seperti ini :

“Pada asalnya, ActionScript dibuat hanya sebagai tool untuk mengontrol animasi, namun sejak itu hingga kini ia telah menjelma menjadi sebuah bahasa pemrograman yang powerful dalam hal pembuatan konten dan aplikasi web, mobile devices, aplikasi desktop, dll. Namun penggunaannya akan berbeda untuk setiap programmer atau desainer. Misalnya bagi seorang animator, dia hanya memerlukan beberapa baris kode saja untuk mengontrol animasi yang dibuatnya. Berbeda halnya dengan interface designer yang mungkin membutuhkan ratusan baris kode untuk merancang interaktifitas pada antarmuka sebuah mobile devices apps. Atau bahkan halnya application developer yang mungkin menggunakan ribuan baris kode untuk membuat sebuah set aplikasi e-mail.”

Lebih jelasnya, ActionScript merupakan bahasa pemrograman berorientasi objek (OOP) yang spesifikasi bahasanya berbasis ECMAScript dan ditujukan untuk berjalan di atas sebuah runtime environment (seperti Flash Player, Adobe AIR, atau Flash Lite). Mirip seperti prinsipnya Java, Flash pada dasarnya berjalan diatas sebuah AVM (ActionScript Virtual Machine). Dan sejak keluarnya ActionScript 3, Flash Player sudah menggunakan AVM versi 2 yang benar-benar berbeda dengan peningkatan performa yang signifikan dan model pemrograman baru, namun tetap mendukung ActionScript versi sebelumnya. cmiiw

Pemakaian aplikasi ActionScript bisa dalam 3 client runtime environment yang berbeda:

1. Flash Player
Flash Player menjalankan konten dan aplikasi Flash-platform yang biasanya ditujukan dalam pembuatan web (dengan format file SWF). Flash Player biasanya terinstall sebagai addon di web browser, namun bisa juga berjalan dengan mode standalone.

2. Flash Lite
Flash Lite menjalankan konten dan aplikasi Flash-platform pada mobile device. Secara sebagai aplikasi pada device kecil tentu kemampuannya terbatas jika dibandingkan penggunaan di lingkungan PC baik dalam hal kecepatan maupun fiturnya.

3. Adobe AIR
Adobe AIR menjalankan aplikasi Flash-platform pada desktop. Adobe AIR merupakan tools yang membawa aplikasi web ke ranah desktop, sehingga dengan kemampuan HTML dengan JavaScript atau Flash sekalipun, kita dapat membuat aplikasi desktop biasa 😀 Hanya syaratnya Adobe AIR harus diinstall dulu di sistem operasi user (mungkin seperti Java Runtime Environment ya? eh iya nggak sih :P).

Terakhir, sejarahnya ActionScript (kalau yang ini ngambil dari wiki):

ActionScript 1.0 rilis pertama kali pada Flash 5 yang merupakan pengembangan ‘Action’ di Flash 4, dan masih digunakan hingga Flash MX (Flash 6)

ActionScript 2.0 kemudian dirilis pada Flash MX 2004 (Flash 7), Flash 8, sampai Flash CS3 (Flash 9). Sebagai generasi penerus ActionScript 1.0 dengan kelebihannya dari kemampuan compile time checking, strict-typing pada variabel, class-based syntax (yang sebelumnya prototype based), dll.

ActionScript 3.0 akhirnya digunakan pada Flash CS3 (Flash 9), Flex 2, Flex 3. ActionScript versi 3.0 ini berupa sebuah restrukturisasi fundamental dari model pemrograman sebelumnya. Penggunaannya yang luas terutama dalam pengembangan RIA (Rich Internet Application) dengan hadirnya Flex yang menawarkan hal serupa seperti AJAX, JavaFX, dan Microsoft Silverlight.

Secara pribadi, sebenarnya masih sangat betah dengan ActionScript 2.0 karena biasanya saya hanya membuat sesuatu yang sederhana seperti animasi, game sederhana, aplikasi sederhana, media interaktif, atau presentasi. Bagi orang non-programmer pun mungkin akan berpikiran sama dengan saya… misalnya lebih menyukai sisi desain daripada membuat skrip yang kompleks seperti di ActionScript 3. Namun, bagi application developer ataupun web developer, mempelajari ActionScript 3.0 mungkin akan menjadi sesuatu yang perlu karena penggunaannya yang lebih luas. yah, it’s up to you lah…

Loh, mana penjelasan tentang ActionScript 3.0 nya? hmm.. mungkin ada yang bisa nunjukin contoh skrip AS2 yang dibandingkan AS3 supaya bisa dilihat beda gaya pemrogramannya? (masih cupu nih, wajar kan namanya juga baru baca pengantarnya he he :mrgreen: )