Antitesis Atas Teori Gujarat Van Snouck Hurgronje


Beberapa hari yang lalu, iseng jalan-jalan ke toko buku, di salah satu raknya ada jajaran majalah tematik islami yg harganya 1 dirham membuat penasaran untuk membacanya sekilas (baca di tempat :D). Yang menarik di edisi ke 9, majalah ini mengangkat tema “The Untold History Part1”, mengungkap berbagai fakta sejarah di Indonesia yang tidak banyak diketahui bahkan seringkali berbeda dengan pelajaran sejarah resmi yang pernah didapatkan di sekolah, highly recommended lah untuk menambah wawasan keislaman dan melek sejarah.

Peta Hindia Belanda

Salah satu topik yang diangkat adalah tentang awal masuknya dakwah Islam ke bumi Nusantara (sebelum abad 20 rasanya belum dikenal istilah “Indonesia”—sebagai nama lain Hindia Belanda, yang menyatakan wilayah2 bekas jajahan Belanda- kan? Belandanya aja belum dateng.. :D) berdasarkan penelitian beberapa ahli sejarah, ternyata telah dimulai bahkan sejak zaman Rasulullah diutus atau segenerasi dengan para Sahabat. Padahal buku-buku sejarah kebanyakan menyatakan bahwa Islam dibawa pada abad 14 oleh para pedagang dari Gujarat, yang dikenal sebagai “Teori Gujarat”. Tapi tahukah anda bahwa pencetus Teori Gujarat ini adalah seorang orientalis Belanda yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk menghancurkan Islam: Snouck Hurgronje. (tampak ad hominem? tenang.. baca aja dulu sampai akhir artikel.. :D)

christiaan snouck hurgronje

Sang penulis buku De Atjehers yang berkhianat terhadap rakyat Aceh untuk penjajah Belanda

Kalau Teori Gujarat ini benar, menurut akal saja rasanya terlalu lama rentang waktu yg dibutuhkan 700 tahun untuk sampainya dakwah Islam ke Nusantara, padahal telah diketahui bahwa para pedagang dari Nusantara telah lama menjalin hubungan dengan para pedagang Cina dan Arab. Sebuah dokumen kuno asal Tiongkok bahkan menyebutkan bahwa sekitar tahun 625 M—hanya berbeda 15 tahun setelah Rasulullah menerima wahyu pertama (atau 9,5 tahun setelah Rasulullah berdakwah terang-terangan kepada bangsa Arab)—di sebuah pesisir pantai Sumatera sudah ditemukan sebuah perkampungan Arab Muslim. Dari berbagai literatur, diyakini bahwa kampung Islam di daerah pesisir Barat Pulau Sumatera itu bernama Barus atau yang juga disebut Fansur.

Aceh old map

Peta Sumatra

Mari simak artikelnya: (copy-paste dari eramuslim.com) Lanjutkan membaca “Antitesis Atas Teori Gujarat Van Snouck Hurgronje”

Paket & Tarif Baru Speedy MultiSpeed Mulai April 2009


Barusan baca berita tentang berita paket baru Speedy, tarifnya turun jadi lebih murah dan paket-paketnya berubah jadi banyak pilihan.. Kalau dulu 200 ribu cuman dapet paket volume kuota 1 giga, sekarang bisa dapet paket semi-unlimited 3 giga. Semoga ISP yang lain juga pada nyusul menurunkan tarif internetnya supaya makin banyak pilihan internet murah hehe.. katanya tarif internet bakal pada turun April 2009.

Coba googling berapa tarif barunya, ketemu lah link ini http://kei-kai.blogspot.com/2009/02/speedy-multispeed.html (ternyata beritanya udah ada 2 bulan lalu ya? wah baru tau awa)

APA ITU SPEEDY MULTISPEED

SPEEDY adalah produk Layanan internet access end-to-end dari PT TELKOM dengan basis teknologi Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL), yang dapat menyalurkan data dan suara secara simultan melalui satu saluran telepon biasa dengan kecepatan yang dijaminkan sesuai dengan paket layanan yang diluncurkan dari modem sampai BRAS (Broadband Remote Access Server).

Disini anda dapat menemukan informasi tentang paket – paket berlangganan speedy yang berlaku secara nasional, maupun yang hanya berlaku di daerah anda saja.

Paket Speedy
Line Speedy
Registrasi
Monthly
Quota perbulan
Excess Usage
Batas Tagih Maximum
Mail
(Limited 15 Jam)
1 Mbps
Rp. 75.000
Rp. 75.000
15 Jam
Rp. 75 permenit
Rp. 995.000
Chat
(Limited 50 Jam)
1 Mbps
Rp. 75.000
Rp. 175.000
50 Jam
Rp. 25 permenit
Rp. 995.000
Family
384 kbps
Rp. 75.000
Rp. 195.000
Load
512 kbps
Rp. 75.000
Rp. 295.000
Game
1 Mbps
Rp. 75.000
Rp. 645.000
Executive
2 Mbps
Rp. 75.000
Rp. 995.000
Biz
3 Mbps
Rp. 75.000
Rp. 1.695.000

Apa yang dimaksud dengan Speedy Multispeed?

Speedy Multispeed adalah pemberian kesempatan kepada pelanggan Speedy untuk memilih jenis paket layanan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Speedy dipasarkan dalam 7 (tujuh) paket layanan sebagai berikut:

Tipe Paket Layanan Speedy Line Speed
Mail (Limited 15 Jam)
1 Mbps
Chat (Limited 50 Jam)
1 Mbps
Family
384 kbps
Load
512 kbps
Game
1 Mbps
Executive
2 Mbps
Biz
3 Mbps

Bagaimana perbandingan antar paket Speedy?
Perbandingan antar paket Speedy adalah sebagai berikut: Lanjutkan membaca “Paket & Tarif Baru Speedy MultiSpeed Mulai April 2009”

Jalan2 ke Kampus2 Universitas di Bandung [tanpa berkeringat] dengan WikiMapia


Sore ini saya jalan-jalan keliling Bandung, tapi hebatnya saya gak berkeringat sama sekali lho 8)
(ya iyalah, cuman ber-WikiMapia-ria di depan layar monitor aja hehe.. 😀 )

Kali ini sedang iseng2 mencoba hunting lokasi kampus-kampus perguruan tinggi yang ada di sekitaran Bandung Raya [Kota Bandung dan Kabupaten, Jatinangor, Cimahi] yang kebanyakan udah ditag orang, jadi lebih gampang soalnya tinggal ngopi permalinknya kesini hehe 😀 (gak tau deh kalo ada kampus yang belum ditag orang.. masak harus saya yg ngetag 😕 ) Berikut hasil keliling Bandung:

Lanjutkan membaca “Jalan2 ke Kampus2 Universitas di Bandung [tanpa berkeringat] dengan WikiMapia”

WiMAX Menyelimuti Kota Bandung


September kemaren baca di sebuah forum tentang adanya rencana pilot project WiMAX di Bandung (yeah..) mulai 15 Oktober sampai akhir 2008, dimana selama masa ini katanya sih bisa akses internet gratisan.. bikin ngiler nih, apalagi kecepatan transfer datanya WiMAX bisa sampai 70Mbps dengan coverage area sampai 50 KM!! 😯 wow lebih hebat dari Wifi yg rata2 kecepatan transfer datanya 54Mbps di area hot spot yang rentangnya cuman beberapa puluh meter..

Cuman sayangnya meskipun teknologinya udah lama, WiMAX secara komersial kan termasuknya baru. Jadi kayaknya yg jual modem/receiver WiMAX masih jarang deh.. ntahlah, laptop yang terintegrasi WiMAX juga kayaknya masih sedikit.. Kebanyakan laptop (termasuk laptop sayah) koneksi wirelessnya cuman WLAN/Wifi (IEEE 802.11), jadi gak bisa konek ke WiMAX (IEEE 802.16)… jadi gimana yah cara connect ke WiMAX huehehe.. 😦

Btw, adakah yg udah nyobain?

Toko Buku di Bandung


Di Bandung ini dimana ya tempat yg bagus untuk nyari (bukan perpustakaan lho ya tapi tempat bisa beli) buku atau sekadar lihat2.. saya selama ini baru pernah mengunjungi dan beli buku di:

1. Toko Buku Gramedia, Jalan Merdeka (depan BIP) dan beberapa Mall di Bandung seperti: BSM (Bandung Supermal Jl.Gatot Subroto), Mollis (Jl. Lingkar Selatan), IP (Istana Plaza Jl. Pasir Kaliki). Nah ini persinggahan yang tepat untuk cuci mata (liat-liat buku baru oii..), enaknya di Gramed bisa baca-baca di tempat secara nyaman ada tempat duduk pula, koleksinya lumayan lengkap, cuman ya harganya itu lebih mahal dibanding toko lain..

(khusus Gramedia Merdeka tempat parkirnya gak kira-kira: 1000/jam utk motor! >_< jadi saran saya parkirnya jangan di parkiran Gramed >_> )

Lihat lokasi Gramedia di Jalan Merdeka: http://www.wikimapia.org/1586093/Gramedia-Merdeka
Lihat lokasi Gramedia di BSM:
Lihat lokasi Gramedia di IP:
Lihat lokasi Gramedia di PVJ:

.

2. Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari deket RS Muhammadiyah. Disini terkenal tempat ngumpulnya toko buku murah di Bandung, tempat yang tepat nyari buku diskon, soalnya harga buku lebih murah dibanding gramedia, cuman perlu survey dulu buku yang mau dibelinya biar gak bingung 😀 . Terus katanya sih toko gedenya itu sebenernya yg ada di daerah2 belakang seperti BBC (Bandung Book Center) dan beberapa toko lainnya, jadi kadang kalau kita nyari buku di toko depan terus si pedagangnya bilang “oh ada tunggu sebentar ya”, terus si pedagangnya itu ke belakang, sebenernya dia ke belakang tuh ngambil dari toko2 gedenya (yah mirip kayak toko2 komputer gitu lah :P).

Pasar Buku Palasari

Pasar Buku Palasari (gambar©detik)

Lihat lokasi Pasar Palasari: http://www.wikimapia.org/1082458/Palasari-Market

.

3. Toku Buku Gunung Agung, di dalam Bandung Indah Plaza atau yang biasa disebut dengan BIP. Toko buku yg satu ini rada2 mirip gramed, malah ini ada di seberangnya gramedia merdeka (di BIP), jadi tinggal nyebrang 😀 .. Koleksi buku dan majalahnya juga lumayan memuaskan euy 8)

Lihat lokasi Toko Gunung Agung di BIP: http://www.wikimapia.org/91615/Bandung-Indah-Plaza-B-I-P
Lihat lokasi Toko Gunung Agung di CiWalk:
Lihat lokasi Toko Gunung Agung di Lucky Square:

.

4. Toko Buku Togamas, Jalan Supratman deket Pusdai. baru aja kemaren nyoba beli buku kesini hehe.. konsep tokonya hampir sama sih seperti gramedia.. bisa liat2 bukunya, cuman kebanyakan disampul euy 😕 anyway disini lebih murah soalnya harganya ada diskon2nya, terus habis beli bukunya disampulin, dan………. parkirnya GRATISSS. yeah 8)

Lihat lokasi Togamas Jl. Supratman: http://www.wikimapia.org/10643918/Togamas

.

5. BBC palasari buka cabang di sebelah Giant Pahlawan (sebelah ITENAS-red). Diskonnya beda 5 sampe 10% dari yang di Palasari, secara tempatnya juga nyaman ber AC. Tapi masih tetep murah. beli buku dapet diskon rata2 30% lah. (info tambahan dari ZakiAF)

Lihat lokasi BBC di Giant Pahlawan: http://www.wikimapia.org/10255442/id/Giant-Supermarket
Lihat lokasi BBC di Giant Pasteur:
Lihat lokasi BBC di Jatinangor Town Square:
Lihat lokasi BBC di Cimahi:

.

6. Toko-toko di Jalan Gelap Nyawang, di belakang Masjid Salman. Ini yang paling deket dari kampus saya jadi dijamin gak pake ongkos :p … Disini tempat yang tepat nyari buku-buku Islam, Al-Qur’an, atau majalah…

Lihat lokasi Jalan Gelap Nyawang: http://www.wikimapia.org/3086415/Gelapnyawang-Street

.

7. Kadang-kadang di Bandung suka ada pameran buku yg biasanya diselenggarakan di Landmark Convention Hall Jl. Braga atau di Sabuga ITB. di event ini biasanya penerbit2 suka kasih harga lebih murah :P… cuman asa jarang pisan euy pameran teh, meni setaun cuman ada sekali.. >_>

Hasil googling tentang pameran buku tahun 2009 di Bandung:

“Adapun Pesta Buku Bandung 2009 tepatnya insyaAlloh akan digelar pada 4 sampai dengan 10 Februari 2009, di Gedung Landmark Covention Hall, Jl. Braga 129, Bandung.”

(dari http://galuh-purba.com/pesta-buku-bandung-2009)

Pameran Buku di Landmark (gambar©yulian.firdaus.or.id)

Pameran Buku di Landmark (gambar©yulian.firdaus.or.id)

Lihat lokasi Jalan Braga: http://www.wikimapia.org/1251893/Jalan-Braga
Lihat lokasi Sabuga ITB:

.

8. Pagi2 di Cikapundung dulu suka ada pasar kaki lima yang jualan buku… masih ada gak ya? (katanya Esa kebanyakan jualnya majalah dkk)

.

9. Toko buku di Common Room, tempatnya gak jauh dari ZOE Corner dan pujasera DU21 (komen dari Kang Fathah)

.

10. Rumah Buku, Jalan Supratman gak jauh dari Togamas (baru pernah lewat doang, belum pernah nyoba masuk 😀 )

.

11. Toko Buku ITB yg (katanya Insan dan Sapu) terletak di dalam kampus ITB… btw itu sebelah mana sih? kampus sendiri padahal.. hahaha

Lanjutkan membaca “Toko Buku di Bandung”

20 Mei: Pemaksaan Sejarah (Budi Utomo vs Syarikat Islam)


Akhir2 ini sedang marak perayaan yang disebut 1 abad “kebangkitan nasional” yang mengacu pada berdirinya Budi Utomo 20 Mei 1908 dengan alasan Budi Utomo adalah organisasi pelopor pergerakan, padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa 20 Mei sebagai hari kebangkitan nasional adalah kekeliruan. Karena berdasar fakta sejarah Syarikat Islam berdiri lebih dulu (1905), di lain sisi juga tidak ada alasan yang menguatkan Budi Utomo sebagai organisasi yang layak disebut pelopor perjuangan kemerdekaan. Biar lebih enak saya bahas point by point:

Mana yang lebih dulu?
Syarikat Dagang Islam (SDI) yang kemudian berubah menjadi Syarikat Islam (SI) berdiri tahun 16 Oktober 1905 oleh Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto, ini lebih dulu 3 tahun sebelum adanya Budi Utomo yang baru berdiri 20 Mei 1908, dimana perkumpulan BU ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. Tapi entah karena kebodohan atau memang kesengajaan, buku pelajaran sejarah yang beredar di kalangan pelajar seakan menutup-nutupi hal ini. 😕

Apa tujuan berdirinya?
Syarikat Islam bercita-citakan kemerdekaan Islam Raya dan Indonesia Raya. Budi Utomo? memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura (Budi Utomo hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura).

Sikap terhadap penjajah Belanda?
Syarikat Islam bersikap non-kooperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda, sedangkan Budi Utomo bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda.

Mana yang memperjuangkan kemerdekaan?
Syarikat Islam berjuang melawan penjajahan demi memperjuangkan kemerdekaan Islam dan Indonesia sehingga banyak anggotanya yang berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul. Sebaliknya, Budi Utomo sebagai pegawai (baca:antek2) yang digaji oleh sang Tuan (baca:penjajah), tentu saja ingin mempertahankan keadaan, sehingga tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, malah mendukung tetapnya penjajahan.

Sifat Organisasinya?
Syarikat Islam bersifat kerakyatan (tidak hanya kaum ningrat tapi juga rakyat jelata), terbuka bagi semua rakyat Indonesia (tidak hanya Jawa dan Madura) yang mayoritas Islam, membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya. Sedangkan Budi Utomo seperti kita ketahui organisasi sempit yang bersifat feodal dan keningratan karena anggotanya hanya kalangan priyayi, bahkan lebih sempit lagi hanya untuk kalangan Jawa dan Madura saja (Saking chauvinisnya, Betawi sekalipun tidak boleh), selain itu Budi Utomo juga sikapnya anti terhadap islam.

KH Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam,  bahkan menyebutkan, “Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka“.

Bukan itu saja, di belakang Budi Utomo pun terdapat fakta yang mencengangkan, banyak tokohnya yang ternyata merupakan anggota aktif Freemasonry. Dalam buku Dr. T.H. Stevens, seorang sejarawan Belanda, berjudul “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” disebutkan beberapa tokohnya —yang dilengkapi foto-foto ekslusif sebagai buktinya— antara lain: Sultan Hamengkubuwono VIII, RAS. Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, Paku Alam VIII, RMAA. Tjokroadikoesoemo, DR Radjiman Wedyodiningrat, dan banyak pengurus lainnya. Bahkan ketua pertamanya yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry.

Simpulannya, kalaulah demikian, memaksakan Budi Utomo sebagai tonggak kebangkitan nasional sebenarnya sudah bukan kontroversi melainkan pemaksaan sejarah, dan lebih jauh lagi penghinaan terhadap perjuangan kemerdekaan umat islam di Indonesia.

“yang salah koq dipelihara, tanya kenapa?” 🙄

“terbuktilah pepatah: sejarah itu milik penguasa”

baca juga di:

http://www.eramuslim.com/berita/tha/8502074341-momentum-kebangkitan-nasional-memalukan.htm

http://swaramuslim.com/galery/more.php?id=5959_0_18_0_M

http://arishardinanto.swaramuslim.com/more.php?id=58_0_1_0_M