Menuju Sistem Telemonitoring Kesehatan yang Ubiquitous


Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat saat ini memungkinkan pelayanan kesehatan dilakukan secara elektronik. Salah satu diantara aplikasinya adalah berupa sistem monitoring kesehatan pasien dari jarak jauh yang diistilahkan dengan  sistem telemonitoring, remote patient monitoring, atau wireless patient monitoring.

The American Telemedicine Association mendefinisikan telemonitoring sebagai proses penggunaan audio, video, dan teknologi pengolahan informasi elektronik atau telekomunikasi lainnya untuk memantau status kesehatan pasien dari jarak jauh. Sedangkan The Medical Dictionary Online mendefinisikan telemonitoring sebagai sebuah pengukuran secara terus menerus atau periodik terhadap proses fisiologis dari pasien seperti tekanan darah, denyut jantung, dan tingkat respirasi.

remote

Gambar 1. Remote Patient Monitoring System (Devaraj, 2012)

Dengan diterapkannya sistem telemonitoring ini maka status kesehatan pasien dapat dilakukan tanpa pasien perlu berada di rumah sakit. Di sisi lain dokter yang menangani pasien pun dapat melakukan monitoring atas kondisi pasien secara realtime tanpa perlu melakukan kunjungan ke lokasi dimana pasien berada sehingga penanganan pasien dapat dilakukan dengan lebih efisien. Sistem telemonitoring pada umumnya memiliki Lanjutkan membaca “Menuju Sistem Telemonitoring Kesehatan yang Ubiquitous”

Setting Proxy Pada Linux Console


Nyobain yum atau command lainnya yang ngambil data dari internet tetapi selalu gagal karena terhalang proxy? bahkan meskipun di web browsernya sudah disetting dengan akun yang terautentikasi pula? nah itulah yang saya alami… (karena akses internet di kampus mesti make akun AI3 untuk bisa lewat si cumi)… solusinya? Secara umum, dari apa yang saya baca di salah satu thread forum yang membahas ini, akses dari console (command line di linux) memang tidak secara otomatis ikut tersetting. Untuk itu kita perlu menset akses proxy dengan menambahkan environment variable http_proxy pada shell, caranya adalah dengan mengetikkan command pada linux console:

export http_proxy="http://namausernya:passwordnya@alamatproxyservernya:nomerportnya/"
# Contoh:
export http_proxy="http://faisalman:password@cache1.itb.ac.id:8080/"
export ftp_proxy="http://faisalman:password@cache1.itb.ac.id:8080/"
export no_proxy="localhost, 127.0.0.1, .itb.ac.id, 167.205.0.0/16"

Sebaliknya, jika sudah kembali menggunakan akses internet yang direct connection (tidak menggunakan proxy), set ulang dengan command pada linux console:

export http_proxy=""
export ftp_proxy=""
export no_proxy=""

Untuk memeriksa settingan proxy mana yang sedang digunakan kita dapat melihatnya dengan mengetikkan command pada linux console:

echo $http_proxy
echo $ftp_proxy
echo $no_proxy

Alternatif lain, kita dapat mendefinisikan sendiri sebuah fungsi untuk mensetting akun proxy dengan menggunakan shell script sehingga nantinya tinggal mengetikkan nama fungsi pada shell dan mengisi variabel-variabel yang dibutuhkan. Caranya yaitu dengan buat sebuah file shell script di dalam folder /etc/profile.d berekstensi .sh jika menggunakan bash (yang paling umum digunakan di linux) atau .csh untuk c-shell, kita bisa mengecek jenis shell apa yang digunakan ketikkan perintah pada consolenya:

echo $SHELL

Misalkan file shell script yang akan dibuat namanya settinganproxy.sh, maka ketikkan perintah pada linux console:

sudo nano /etc/profile.d/settinganproxy.sh

Berikan baris script berikut pada file shell script tersebut dalam nano[1] text editor:

# Setting akses proxy
function setaksesproxy()
{
  echo -n "proxy: "
  read -e alamatproxy
  echo -n "port: "
  read -e nomerport
  echo -n "username: "
  read -e namauser
  echo -n "password: "
  read -es proxypass
  echo -n "domain tanpa proxy: "
  read -e exclude
  echo ""
  export http_proxy="http://$namauser:$proxypass@$alamatproxy:$nomerport/"
  export ftp_proxy="http://$namauser:$proxypass@$alamatproxy:$nomerport/"
  export no_proxy="localhost, 127.0.0.1, $exclude"
}

# Clear proxy
function setnoproxy()
{
  export http_proxy=""
  export ftp_proxy=""
  export no_proxy=""
}

Sehingga di shell consolenya linux kita tinggal mengetikkan nama fungsinya saja dan mengisi input-inputnya sajah 😀

Konfigurasi di atas menggunakan asumsi bahwa jaringan ber-proxy tidak digunakan setiap saat, atau menggunakan jaringan ber-proxy yang berbeda-beda, atau akun yang digunakan berbeda-beda. Sedangkan jika setting proxy dibutuhkan setiap saat, mungkin perlu juga untuk menyimpan akun dan password proxy pada user tertentu yaitu dengan mengedit file .bash_profile (file gak kelihatan karena hidden) yang terletak di home directory dari user yang diinginkan untuk diberikan autentikasi proxynya, tinggal ketikkan perintah pada linux console:

nano /home/namauseryangdiinginkan/.bash_profile

Berikan baris perintah berikut pada file tersebut:

export http_proxy="http://namausernya:passwordnya@alamatproxynya:nomerportnya/"
export ftp_proxy="http://namausernya:passwordnya@alamatproxynya:nomerportnya/"
export no_proxy="domain-atau-IP-address-tanpa-proxy-misalnya-127.0.0.1"

Footnote:
[1] Nano merupakan program editor pada console linux yang biasanya sudah terinstall secara default, jika tidak ada silakan menggunakan editor favorit lain semisal vim, emacs, dll

Metoda Optimasi Jaringan WAN


Definisi
Wide Area Network (WAN) adalah jaringan komputer dalam area yang luas (contohnya jaringan yang saling berkomunikasi antar wilayah metropolitan, regional, atau perbatasan negara). Atau secara mudahnya, yaitu sebuah jaringan yang menggunakan router dan sambungan komunikasi publik.

WAN optimization adalah upaya untuk mempercepat aplikasi dalam skala luas yang diakses oleh user-user yg terdistribusi, dengan mengeliminasi transmisi yang tidak diperlukan, mengelompokkan data pada level tertentu dalam local cache, melakukan compression, melakukan pemrioritasan pada data, dan mengefisienkan protocol.

WAN Optimizer tersebar pada kedua sisi koneksi WAN. Pada kebanyakan kasus, berada di belakang router WAN pada sisi LAN. Device tersebut mensetting application traffic yang ditujukan untuk WAN sehingga performa aplikasi yang melewati WAN dipercepat. Hasilnya adalah akselerasi WAN dan respon waktu aplikasi yang lebih cepat.

***

Alasan Utama Pentingnya Optimasi
Performa sebuah jaringan bagi network administrator merupakan hal yang sangat penting. Karena itu ketika performa jaringan mulai melambat atau bahkan seringkali gagal, tentu seharusnya segera ditindaklanjuti.

Dalam hal ini setidaknya seorang network administrator memiliki 2 solusi menyelesaikannya yaitu:
1. melakukan upgrade jaringan WAN, atau
2. melakukan optimasi jaringan WAN.

Untuk melihat solusi mana yang terbaik, tentu kita perlu membandingkannya dari beberapa sisi. Dari sisi biaya, pilihan pertama memerlukan ongkos yang lebih mahal karena perlu menambah kapasitas link dan mengganti perangkat yang kapasitasnya rendah. Sedangkan untuk pilihan kedua. Dari sisi penyelesaian masalah, pilihan pertama dalam jangka pendek merupakan solusi yang baik, namun untuk jangka panjang pilihan ini seringkali tidak menyelesaikan masalah, bahkan masalah yang sama dimungkin dapat terjadi kembali.

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa meski pilihan pertama merupakan pilihan yang logis, namun pilihan kedua ternyata lebih efektif dari sisi cost, solusi untuk jangka panjang, dan lebih elegan.

***

Mekanisme dan Prinsip Kerja Optimasi Jaringan

1) Compression
Prinsip dasar compression pada produk WAN yaitu untuk merepresentasikan sebuah frame dari data menjadi lebih singkat dengan metoda algoritma compression tertentu untuk nantinya ditransmisikan melalui jaringan, hanya saja kompresi data ini terjadi hanya pada jalur WAN dan kemudian akan didekompress secara otomatis setelah terkirim, ini tentu akan menghemat space lebih pada jalur WAN untuk paket lain sehingga dapat membuat jaringan tersebut semakin efisien. Optimasi dengan metoda compression ini sangat cocok untuk jaringan dengan topologi point to point leased lines.

2) Caching
Mekanisme caching sangat diperlukan jika ada pengaksesan data atau site yang sama dari waktu ke waktu sehingga mengurangi pengiriman paket yang sama yang berulang ulang, karena caching server memiliki kemampuan untuk menyimpan informasi yang sering diminta.

Salah satu kekurangan caching adalah adanya resiko memberikan data yang tak update. Jika kita mengakses halaman cache saat ini, maka beresiko mendapatkan informasi yang salah dan sudah basi. Kebanyakan browser sebenarnya dapat melakukan mekanisme caching masing-masing. Banyak web server yang menyimpan time stamp dari update terakhir mereka, kemudian browser menggunakan salinan cache dari remote page setelah memeriksa time stamp tersebut.

3) Traffic Shaping
Application shaping, atau traffic shaping, atau bandwidth control adalah metoda yang mengoptimize bandwidth. Metode ini dapat membagi-bagi jalur WAN untuk bermacam aplikasi dimana jaringan dapat dikontrol dan pada akhirnya trafik yang penting mendapat bandwidth yang cukup.

4) Equalizing
Equalizing membuat penyesuaian dengan menambahkan latency pada data yang mempunyai prioritas rendah, sehingga data dengan prioritas yang lebih tinggi menerima bandwidth yang cukup. Aliran pada bandwidth dengan prioritas tinggi biasanya sedikit dan dapat diketahui oleh administrator. Aliran tersebut jarang muncul secara spontan, jadi sedikit lebih mudah untuk memberi pengecualian pada aliran aliran yang jarang seperti ini. Hal ini tentunya lebih mudah daripada mengklasifikasi setiap aliran pada jaringan setiap waktu.

5) Connection Limits
Prinsip kerjanya yaitu mencegah akses yang terhambat pada router dan akses point karena denial of service atau peer to peer. Cocok untuk wide open Internet access links, dapat juga digunakan untuk jalur WAN.

6) Simple Rate Limits
Simple rate limit adalah bentuk penggunaan bandwidth control yang paling umum dan luas digunakan. Simple rate limit membatasi kecepatan akses secara simpel, misalnya sebuah Internet Service Provider menjanjikan kepada para penggunanya “256 kbps up dan 256 kbps down”. Mencegah satu user mendapatkan lebih banyak dari sejumlah data.

7) Proxy
Proxy Server, yang bisa berupa komputer atau perangkat keras yang menjalankan proxy service, bekerja sebagai penengah antara user yang berada di jaringan internal, dan service yang berada di jaringan luar (biasanya Internet). Proxy server mengambil request dari user dan melakukannya untuk kepentingan user. Di sistem eksternal, request tersebut seolah olah datang dari proxy server, bukan dari user yang berada di jaringan internal.

***

~Secuil ringkasan dari tulisan lama hasil studi literatur saat kerja praktek Juni-Agustus 2008 yang saya simpan di bagian bab 3 dari makalahnya yang berjudul “OPTIMASI JARINGAN WAN MENGGUNAKAN PACKETEER PACKETSHAPER”,  hanya baru diblogkan sekarang :p~

Daftar Pustaka:
[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Wide_Area_Network
[2] http://en.wikipedia.org/wiki/WAN_optimization
[3] http://www.netequalizer.com/bandwidthwhitepaper.php
[4] dll (Dan Lupa Lagidarimanaajapokonamahmendaktigoogleweh)

***

Posting terkait:
https://faisalman.wordpress.com/2008/06/15/kape-deh/
https://faisalman.wordpress.com/2008/07/15/foto2-eksklusif-sang-asisten/