Akses Serial Port di Linux


Tau program HyperTerminal kan? kalau komputernya Windows XP bisa dilihat di Start Menu > Accessories > Communications > HyperTerminal (dengan asumsi waktu nginstall windows paket instalasi standarnya diinstall semua).

Ini nih HyperTerminal tuh.. (gambar ngambil dari gugel)

Kalaulah dulu saya tidak mengambil mata kuliah yang ada praktikum pake HyperTerminalnya (lupa praktikum apaan :p) mungkin saya yang gaptek ini tidak akan tahu apa gunanya program misterius bernama HyperTerminal di Windows itu, dan dengar-denger katanya tidak dimasukkan lagi sejak munculnya Windows Vista dan Windows 7 hehe.. Padahal banyak juga loh device yang salah satu akses konfigurasinya lewat port serial RS-232. Lanjutkan membaca “Akses Serial Port di Linux” โ†’

Nginstall openSUSE Linux via Live USB Flashdisk


Lama tak bersua dengan keluarga ‘pinguin’, kali ini asistenku sedang bersama salah satu dari mereka, ‘si bunglon’. Anehnya, asistenku yang 2 tahun lalu biasanya rewel (kecuali saat hinggap di ‘jendela’ dan distro kaos cd bawaannya), namun kali ini ia nampak oke-oke saja. Padahal tahapan yang ia lewati relatif sama, hanya beda medium installnya saja dulu live CD sekarang live USB.

“Wah, keluarga pinguin makin keren aza”, pikirku.

Kronologis prosesi mengganti bangkai bingkai ‘jendela’ hingga ke jenjang adopsi ‘si bunglon’:

1. Download ISO Live CD-nya
unduh dimari: http://software.opensuse.org/ (saat tulisan ini ditulis, yang terbaru adalah versi 11.2)

2. Tuliskan ISO image ke medium (dalam hal ini USB Flashdisk)
jika dari windows, gunakan software ‘Image Writer for Windows’ https://launchpad.net/win32-image-writer untuk mengkopi image ISO sebelumnya tersebut ke dalam flashdisk. Panduan lengkap untuk buat Live USB stick bisa dilihat lebih lanjut di http://en.opensuse.org/Live_USB_stick

3. Setting BIOS untuk boot via USB
biar bisa booting dari flashdisk.. setiap motherboard menunya beda, tapi pokoknya cari saja menu yang mengatur boot priority di BIOS.

4. Jalankan live USB
Cihuy, sukses.. kedetek semua hardwarenya, kali ini tanpa perlu parameter apa-apa ๐Ÿ˜€

5. Pilih menu “Install”
Tampak mengkilap! bungkus.. install langsung! dan inilah hasilnya:

KDE 4, lebih stylist & fresh.. sayang asistenku kartu grafisnya tidak disupport 3d acc di luar jendela, hingga belum bisa merasakan dahsyatnya Compiz

Selanjutnya, yang terjadi terjadilah.. one-click-install-nya YaST di openSUSE yang out-of-the-box dengan repositorynya yang lengkap: http://en.opensuse.org/Package_repositories tinggal dipilih.. “dipilih.. dipilih.. sayang anak.. sayang anak..”, begitu barangkali kata-katanya kalau ada tukang dagang.

“Sejak Lanjutkan membaca “Nginstall openSUSE Linux via Live USB Flashdisk” โ†’

WiMAX Menyelimuti Kota Bandung


September kemaren baca di sebuah forum tentang adanya rencana pilot project WiMAX di Bandung (yeah..) mulai 15 Oktober sampai akhir 2008, dimana selama masa ini katanya sih bisa akses internet gratisan.. bikin ngiler nih, apalagi kecepatan transfer datanya WiMAX bisa sampai 70Mbps dengan coverage area sampai 50 KM!! ๐Ÿ˜ฏ wow lebih hebat dari Wifi yg rata2 kecepatan transfer datanya 54Mbps di area hot spot yang rentangnya cuman beberapa puluh meter..

Cuman sayangnya meskipun teknologinya udah lama, WiMAX secara komersial kan termasuknya baru. Jadi kayaknya yg jual modem/receiver WiMAX masih jarang deh.. ntahlah, laptop yang terintegrasi WiMAX juga kayaknya masih sedikit.. Kebanyakan laptop (termasuk laptop sayah) koneksi wirelessnya cuman WLAN/Wifi (IEEE 802.11), jadi gak bisa konek ke WiMAX (IEEE 802.16)… jadi gimana yah cara connect ke WiMAX huehehe.. ๐Ÿ˜ฆ

Btw, adakah yg udah nyobain?

Cara Praktis Sharing Koneksi Internet dari Laptop ke Laptop atau Komputer PC


Bingung juga mau nulis apa lagi di Blog, inginnya sih diisi postingan serius gitu lah.. eh yang jadi malah setengah iseng (berarti setengah serius dong hehehe). Isi tulisan kali ini ya sesuai dengan judulnya, biarpun mungkin rada cupu, tapi kadang ini suka berguna. Mari kita simak kisah dua sahabat โ€˜Faisal dan Salmanโ€™ di bawah ini…

Skenario 1:
โ€œCamera roll..โ€
โ€œAction!โ€
Suatu hari yang cerah ditemani kicauan burung nan merdu.. semilir angin berhembus, terdengar sayup-sayup suara…………..jreng3x (gak penting wooii.. prolognya kepanjangan pula..)
jadi ceritanya si Faisal ini sedang ngenet dengan nyolokin kabel LAN dari switch ke laptopnya, lalu tiba-tiba aja dateng sobatnya si Salman bawa laptop pula, rencananya mau ikutan ngenet, tapi… alangkah kuciwanya Salman tatkala mengetahui gak ada kabel lagi buat nyolok.. kebetulan Faisal emang anak baik (lebai ah), dia sharing koneksi internetnya ke sobatnya itu, caranya yaitu dengan menshare koneksi LAN dia ke koneksi Wirelessnya. (Control Panel>Network Connections>klik kanan Local Area Connection>properties>pilih tab advanced>centang opsi Internet Connection Sharing>pilih Wireless Network Connection di tujuan sharing).

Kemudian dengan sabarnya dia membuat koneksi wireless adhoc dari Laptopnya ke Laptop Salman (Wireless Connection>setup new wireless network>buat koneksi Ad Hoc dengan enkripsi WPA atau WEP) dan mensetting IP address Laptop Salman (Control Panel>Network Connections>klik kanan network adapter yg mau diubah IPnya>klik properties>di tab general pilih Internet Protocol>klik properties) se-subnet dengan IP address dari Wirelessnya Faisal (setting default di Windows biasanya 192.168.0.1)

Skenario pertama ini bisa digambarkan sebagai berikut:

Singkat kata, akhirnya mereka pun bisa ngenet bersama-sama, selamanya.. selamanya.. (>_> apaan seh)

Skenario 2:
Pokoknya cerita dan latarnya hampir sama (maksa bgt dah), cuman bedanya kali ini Faisal konek ke Internetnya pakek WiFi (oh ya saya belum cerita ya kalau disitu itu baru aja ada hotspot) dan kebetulan kali ini laptop cupunya Salman gak bisa konek (entah karena koneksinya dipassword atau emang di Laptopnya adapter networknya cuman Ethernet doang, ini gak diceritain sama sutradaranya, bahkan konon si pembuat naskah ceritanya pun bingung… haha) kemudian, Faisal yang emang anak baik, dia sharing koneksi internetnya ke sobatnya itu. Nah caranya yaitu dengan nyambungin kabel LAN tipe cross dari Laptopnya ke Laptop Salman dengan terlebih dahulu mengassign IP address se-subnet pada keduanya (semua caranya sama dengan skenario sebelumnya, hanya beda network adapter yg diubahnya aja).
Kalau mau digambarin mungkin kek gini lah bentuknya:

Eh bentar ada yang ketinggalan: IP DNS yg diisi di Salman samain dengan IP DNS yg diisi di Faisal. Untuk troubleshootingnya coba cek ipconfig /all terus cobain ping sana sini nyambung gak.. at last, happy ending \(^o^)/
.
.
.
.
.
…postingan aneh (O_o)?

Foto2 Eksklusif sang Asisten


Lagi iseng nulis posting yang berat2, jadinya malah ngambil foto2 ekslusifnya si Axioo TVS-5122 saat lagi mejeng bareng si PacketShaper 3500, ini salah satunya:

yah biarpun keliatannya agak gak guna 8) , soalnya aslinya si PacketShaper ini fungsinya buat dipasang di jaringan WAN, tapi ini eksklusif! hat, lihat, dia cuman dipake sama si Asisten saya.. ๐Ÿ˜€

Laptop Kecil, Mini-notebook, UMPC, MID, Subnotebook, Netbook, etc. whateverlah..


Kalau kebetulan lagi jalan-jalan ke pameran komputer, suka tergoda dengan laptop-laptop kecil yang bersahabat dengan beban berat tas, meski ternyata juga meringankan dompet ๐Ÿ˜ˆ kalau dulu kan nyari yang kek gini pilihannya palingan Vaio, Asus, Fujitsu, atau apalah yang harganya jauh diatas $1000 ๐Ÿ˜ฏ tapi by the way anyway busway transjakarta (halah, apa ini?).. semenjak ada OLPC dan terutama setelah boomingnya Asus Eee, ternyata harga notebook/laptop yang murah tuh laku keras, akhirnya banyak pabrikan notebook yang ikut2an produksi laptop2 kecil kek gini. istilah baru untuk notebook2 seperti ini pun macam-macam: UMPC, MID, Subnotebook, Netbook, dan sebagainya.. dan sebagainya.. Notebook2 seperti ini biasanya bentuknya kecil dan pastinya ringan. Jadi kalau ingin laptop yang enak dibawa kemana-mana, dan bisa buat ngetik, ngoding, ngoprek, ngenet, ngisengin, ngenyeni, ngebaca ebook, ngegame ringan2, nongton pelem di jalan, dan lain-lainnya, ini dia yang mungkin kita cari ๐Ÿ˜€ dan biasanya (atau kadang2?) relatif lebih murah dibanding notebook biasa. Di internet, notebook2 seperti ini bergelimpangan dari beberapa situs, baik yang sudah dijual di pasaran maupun yang mungkin baru akan keluar, berikut ini beberapa review yg saya temukan:

Lanjutkan membaca “Laptop Kecil, Mini-notebook, UMPC, MID, Subnotebook, Netbook, etc. whateverlah..” โ†’

Asisten Baru Saya


Alhamdulillah, sekarang saya punya asisten baru. Mudah-mudahan kehadirannya dapat membantu produktifitas saya, karena dia sudah bersedia menemani saya kemanapun. Saya jadi bisa lebih sering online sekalian ngapdet blog yang sampai saat ini masih diupdate berkalanya seminggu sekali hehe… kalau ada yang ingin tahu seperti apa si dia –asisten saya– ini, berikut ini fotokopi KTP speknya:

– 12.1โ€ Wide XGA TFT
– Core 2 Duo T5250 (1.5 Ghz, 2 MB L2 Cache, 667 Mhz FSB)
– 2GB DDR2 Visipro (spec yang aslinya 1GB)
– 120 GB HDD Seagate 5400 RPM
– VGA 256 MB shared (128 default) chipset SiS
– DVDยฑRW
– Wireless IEEE 802.11 b/g
– Slot ExpressCard (PCMCIA), 3 x USB 2.0, VGA, RJ-45, RJ-11, FireWire, Audio, Card Reader
– 1.3 MPixel WebCam
– diantara bermacam-macam warna: hijau, kuning, pink, hitam, putih, saya memilih yang silver
– berat 1.8 Kg (enteng loh 8) )
– Non-OS (eh, ada deh.. Linux Mandriva)
– bonus LCD protector sama tas leptop (mouse optiknya ku gak dikasih, katanya sih kehabisan ๐Ÿ˜ )
– garansi 2 tahun, kecuali LCD/batere 1 tahun

oh iya, saya belum kenalkan namanya, jadi dia ini dilahirkan dengan nama Axioo TVS-5122, ini beli di BEC, harga asalnya sih 6,35 juta.. hanya berhubung saya ingin nambah RAM-nya jadi 2GB, harganya jadi 6,6 juta. untuk ukuran segini, mungkin laptop ini termasuk yang best value dan best buy. Alhamdulillah..

Kekurangannya notebook ini cepet panas, baterenya gak tahan lama, dan… tidak linux friendly >_< argh.. dimana nyari drivernya buat linux lain ๐Ÿ˜ˆ

Anyway, meski gak kesampaian beli MacBook (secara kalau beli tabungan bakal tak bersisa) hoHohO,, tapi look n feel Windowsnya rasa Mac loh, lihat ini desktop Windowsnya.. 8)

desktoplaptop.jpg

kelihatan windows dari explorernya.. susah nyari finder yang bagus.. ๐Ÿ˜›

Notebook a.k.a Laptop


Kalau jalan-jalan di kampus, perasaan yang namanya mahasiswa2 bawa notebook seperti udah jadi pemandangan biasa.

*eh sebentar, notebook disini bukan buku catatan ya, maksudnya laptop*.

Kalau lihat fenomena notebook yang menjamur seperti ini jadi ingat waktu SMA dulu.. Waktu masih kelas 1 SMA, perasaan di kelas baru ada beberapa orang saja yg punya HP… (saya mah boro2) Nah, tahun-tahun berikutnya, siswa-siswi pemilik HP pun mulai bertambah.. sampai akhirnya begitu kelas 3 SMA, semua teman2 sekelas hampir bisa dipastikan masing2 udah punya HP sendiri (termasuk saya tentunya ๐Ÿ˜‰ ).

Hanya dalam waktu 3 tahun!

Tapi notebook mah sepertinya ngga sih, beda fungsinya soalnya… Kalau HP kan kebutuhan tiap orang dari mulai anak SD, mahasiswa, ibu-ibu, sampai kakek-kakek pasti butuh saling komunikasi… Lah kalau notebook, emang pada butuh gitu? buat ibu-ibu yg biasa mah dipake apa coba? buat tatakan? ๐Ÿ˜€ Lanjutkan membaca “Notebook a.k.a Laptop” โ†’

Install Vista di Pentium-1


Lihat baik-baik gambar berikut ini:

Jadi ceritanya, di rumah ada komputer tua keluaran 1997 (Pentium MMX 166MHz dengan RAM 80 MB) yang sudah lama tidak pernah dipakai lagi. Nah, iseng nyoba hidupin lagi komputer ini.. asalnya sih mau Saya install dengan Windows 98 atau 95. Tapi ntah knapa dari beberapa CD installer itu (Win95, Win98SE, Win98Arabic) tidak ada yang berhasil.. mungkin saking tua-nya.. ๐Ÿ˜€ Installer Windows ME juga ga tau kemana.. ya sudah, daripada ngga ada isinya installin linux aja.. kebetulan di rumah ada beberapa CD installernya (Knoppix, PCLinuxOS 2007, Kubuntu 7.04) tapi eh tidak ada yang berhasil masuk desktopnya ๐Ÿ˜ฆ

Akhirnya, ya ini yang diinstall: Windows XP SP2 yg sepaket dengan Vista Transformation Pack ๐Ÿ˜† , ditambah install Photoshop, Flash, Corel, dsb. Hehehe… mantap benar Pentium 1 ini…

BTW, bisakah nginstall vista beneran? ada yang pernah coba?

Kompilasi C dengan GCC


Nggak tau kenapa, praktikum sistem komputer baru dimulai minggu-minggu belakangan ini padahal dari awal semester udah 3 bulanan lebih. Materi pertama dari praktikum ini adalah tentang bagaimana langkah-langkah kompilasi dari bahasa tingkat tinggi (dalam hal ini c) hingga didapat program executeable-nya. Di Lab-nya, compiler yang dipakai yaitu GCC (GNU C Compiler), OS yang digunakan linux dan windows. Lanjutkan membaca “Kompilasi C dengan GCC” โ†’