Menuju Sistem Telemonitoring Kesehatan yang Ubiquitous


Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat saat ini memungkinkan pelayanan kesehatan dilakukan secara elektronik. Salah satu diantara aplikasinya adalah berupa sistem monitoring kesehatan pasien dari jarak jauh yang diistilahkan dengan  sistem telemonitoring, remote patient monitoring, atau wireless patient monitoring.

The American Telemedicine Association mendefinisikan telemonitoring sebagai proses penggunaan audio, video, dan teknologi pengolahan informasi elektronik atau telekomunikasi lainnya untuk memantau status kesehatan pasien dari jarak jauh. Sedangkan The Medical Dictionary Online mendefinisikan telemonitoring sebagai sebuah pengukuran secara terus menerus atau periodik terhadap proses fisiologis dari pasien seperti tekanan darah, denyut jantung, dan tingkat respirasi.

remote

Gambar 1. Remote Patient Monitoring System (Devaraj, 2012)

Dengan diterapkannya sistem telemonitoring ini maka status kesehatan pasien dapat dilakukan tanpa pasien perlu berada di rumah sakit. Di sisi lain dokter yang menangani pasien pun dapat melakukan monitoring atas kondisi pasien secara realtime tanpa perlu melakukan kunjungan ke lokasi dimana pasien berada sehingga penanganan pasien dapat dilakukan dengan lebih efisien. Sistem telemonitoring pada umumnya memiliki Lanjutkan membaca “Menuju Sistem Telemonitoring Kesehatan yang Ubiquitous”

Metoda Optimasi Jaringan WAN


Definisi
Wide Area Network (WAN) adalah jaringan komputer dalam area yang luas (contohnya jaringan yang saling berkomunikasi antar wilayah metropolitan, regional, atau perbatasan negara). Atau secara mudahnya, yaitu sebuah jaringan yang menggunakan router dan sambungan komunikasi publik.

WAN optimization adalah upaya untuk mempercepat aplikasi dalam skala luas yang diakses oleh user-user yg terdistribusi, dengan mengeliminasi transmisi yang tidak diperlukan, mengelompokkan data pada level tertentu dalam local cache, melakukan compression, melakukan pemrioritasan pada data, dan mengefisienkan protocol.

WAN Optimizer tersebar pada kedua sisi koneksi WAN. Pada kebanyakan kasus, berada di belakang router WAN pada sisi LAN. Device tersebut mensetting application traffic yang ditujukan untuk WAN sehingga performa aplikasi yang melewati WAN dipercepat. Hasilnya adalah akselerasi WAN dan respon waktu aplikasi yang lebih cepat.

***

Alasan Utama Pentingnya Optimasi
Performa sebuah jaringan bagi network administrator merupakan hal yang sangat penting. Karena itu ketika performa jaringan mulai melambat atau bahkan seringkali gagal, tentu seharusnya segera ditindaklanjuti.

Dalam hal ini setidaknya seorang network administrator memiliki 2 solusi menyelesaikannya yaitu:
1. melakukan upgrade jaringan WAN, atau
2. melakukan optimasi jaringan WAN.

Untuk melihat solusi mana yang terbaik, tentu kita perlu membandingkannya dari beberapa sisi. Dari sisi biaya, pilihan pertama memerlukan ongkos yang lebih mahal karena perlu menambah kapasitas link dan mengganti perangkat yang kapasitasnya rendah. Sedangkan untuk pilihan kedua. Dari sisi penyelesaian masalah, pilihan pertama dalam jangka pendek merupakan solusi yang baik, namun untuk jangka panjang pilihan ini seringkali tidak menyelesaikan masalah, bahkan masalah yang sama dimungkin dapat terjadi kembali.

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa meski pilihan pertama merupakan pilihan yang logis, namun pilihan kedua ternyata lebih efektif dari sisi cost, solusi untuk jangka panjang, dan lebih elegan.

***

Mekanisme dan Prinsip Kerja Optimasi Jaringan

1) Compression
Prinsip dasar compression pada produk WAN yaitu untuk merepresentasikan sebuah frame dari data menjadi lebih singkat dengan metoda algoritma compression tertentu untuk nantinya ditransmisikan melalui jaringan, hanya saja kompresi data ini terjadi hanya pada jalur WAN dan kemudian akan didekompress secara otomatis setelah terkirim, ini tentu akan menghemat space lebih pada jalur WAN untuk paket lain sehingga dapat membuat jaringan tersebut semakin efisien. Optimasi dengan metoda compression ini sangat cocok untuk jaringan dengan topologi point to point leased lines.

2) Caching
Mekanisme caching sangat diperlukan jika ada pengaksesan data atau site yang sama dari waktu ke waktu sehingga mengurangi pengiriman paket yang sama yang berulang ulang, karena caching server memiliki kemampuan untuk menyimpan informasi yang sering diminta.

Salah satu kekurangan caching adalah adanya resiko memberikan data yang tak update. Jika kita mengakses halaman cache saat ini, maka beresiko mendapatkan informasi yang salah dan sudah basi. Kebanyakan browser sebenarnya dapat melakukan mekanisme caching masing-masing. Banyak web server yang menyimpan time stamp dari update terakhir mereka, kemudian browser menggunakan salinan cache dari remote page setelah memeriksa time stamp tersebut.

3) Traffic Shaping
Application shaping, atau traffic shaping, atau bandwidth control adalah metoda yang mengoptimize bandwidth. Metode ini dapat membagi-bagi jalur WAN untuk bermacam aplikasi dimana jaringan dapat dikontrol dan pada akhirnya trafik yang penting mendapat bandwidth yang cukup.

4) Equalizing
Equalizing membuat penyesuaian dengan menambahkan latency pada data yang mempunyai prioritas rendah, sehingga data dengan prioritas yang lebih tinggi menerima bandwidth yang cukup. Aliran pada bandwidth dengan prioritas tinggi biasanya sedikit dan dapat diketahui oleh administrator. Aliran tersebut jarang muncul secara spontan, jadi sedikit lebih mudah untuk memberi pengecualian pada aliran aliran yang jarang seperti ini. Hal ini tentunya lebih mudah daripada mengklasifikasi setiap aliran pada jaringan setiap waktu.

5) Connection Limits
Prinsip kerjanya yaitu mencegah akses yang terhambat pada router dan akses point karena denial of service atau peer to peer. Cocok untuk wide open Internet access links, dapat juga digunakan untuk jalur WAN.

6) Simple Rate Limits
Simple rate limit adalah bentuk penggunaan bandwidth control yang paling umum dan luas digunakan. Simple rate limit membatasi kecepatan akses secara simpel, misalnya sebuah Internet Service Provider menjanjikan kepada para penggunanya “256 kbps up dan 256 kbps down”. Mencegah satu user mendapatkan lebih banyak dari sejumlah data.

7) Proxy
Proxy Server, yang bisa berupa komputer atau perangkat keras yang menjalankan proxy service, bekerja sebagai penengah antara user yang berada di jaringan internal, dan service yang berada di jaringan luar (biasanya Internet). Proxy server mengambil request dari user dan melakukannya untuk kepentingan user. Di sistem eksternal, request tersebut seolah olah datang dari proxy server, bukan dari user yang berada di jaringan internal.

***

~Secuil ringkasan dari tulisan lama hasil studi literatur saat kerja praktek Juni-Agustus 2008 yang saya simpan di bagian bab 3 dari makalahnya yang berjudul “OPTIMASI JARINGAN WAN MENGGUNAKAN PACKETEER PACKETSHAPER”,  hanya baru diblogkan sekarang :p~

Daftar Pustaka:
[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Wide_Area_Network
[2] http://en.wikipedia.org/wiki/WAN_optimization
[3] http://www.netequalizer.com/bandwidthwhitepaper.php
[4] dll (Dan Lupa Lagidarimanaajapokonamahmendaktigoogleweh)

***

Posting terkait:
https://faisalman.wordpress.com/2008/06/15/kape-deh/
https://faisalman.wordpress.com/2008/07/15/foto2-eksklusif-sang-asisten/

An-Nafyu wal Itsbat


Inti ajaran islam adalah لا إله إلا ألله [Laa ilaaha illallaah] yang bermakna لا معبد بحق إ لا الله [Laa ma’buda bihaqqin illallaah] = tiada yang diibadahi di segala langit dan bumi dengan haq kecuali hanya Allah.

Kalimat Tauhid Laa ilaaha illallaah memiliki dua rukun yaitu
النفي (An-Nafiyu = menafikan/meniadakan) dan الإثبات (Al-Itsbat = menetapkan),
atau
التجريد (At-Tajrid = mengosongkan/menanggalkan) dan التفريد (At-Tafrid = menyendirikan),
atau
الولاء (Al-Wala’ = loyalitas) dan البراء (Al-Bara’ = berlepas diri).

[Hasyiyah Tsalatsatul-Ushul hal. 54, ‘Abdur-Rahman bin Muhammad bin Qasim Al-Hanbali An-Najdi]

.

Dalam tulisan ini insyaAllah akan dibahas mengenai rukun النفي (An-Nafiyu) dan الإثبات (Al-Itsbat),
1. An-Nafy (pada kalimat: Laa ilaaha), yaitu menafikan segala bentuk sesembahan yang ada.
2. Al-Itsbat (pada kalimat: Illallaah), dan menetapkan penyembahan hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

.

1. An-Nafiyu
An-Nafiyu mencakup empat perkara, yaitu An-Nafy (meniadakan) Al-Alihah, Ath-Thaghut, Al-Andad (tandingan-tandingan) dan Al-Arbab.
[Al-Wala’ wal-Bara’ Fil-Islam, Muhammad bin Sa’id bin Salim Al-Qahthany]

a) Al-Alihah
Alihah adalah jamak daripada ilah, yaitu apa yang dituju dengan sesuatu hal (dengan tindakan atau perbuatan) dalam rangka mencari manfaat atau menolak bala (bencana) .

Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata: “Apakah Sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami Karena seorang penyair gila?” (QS. As Shaffat 37: 35-36)

Apakah dengan menjadikan kebohongan kamu menghendaki sembahan-selain Allah”. (QS Ash-Shaffat 37:86).

Dan mereka (orang-orang kafir) heran bahwa telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari mereka. Dan telah berkata orang-orang kafir ini adalah penyihir pendusta. Apakah dia telah menjadikan sembahan-sembahan menjadi sembahan yang satu. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang mengherankan”. (QS. Shad :4-5)

Contoh dari sesuatu hal yang dianggap ibadah disini misalnya memberikan sesajian-sesajian pada batu atau pohon keramat, melemparkan makanan ke laut untuk persembahan, menyembelih tumbal untuk jin penunggu, meminta do’a kepada penghuni kubur, dan yang semacamnya dengan maksud menolak bala ataupun meminta manfaat dengan perbuatan tersebut.

Meskipun batu, pohon, atau kuburan keramat itu tidak disebut tuhan, akan tetapi hakikat perbuatan mereka itu adalah mempertuhankan selain Allah. Maka orang-orang yang melakukan hal itu adalah musyrik, meski mereka mengaku muslim.

Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad rahimahullah berkata: “Ulama berijma, baik ulama salaf maupun khalaf dari kalangan para shahabat dan tabi’in, para imam dan semua Ahlus Sunnah bahwa orang tidak dianggap muslim kecuali dengan cara mengosongkan diri dari syirik akbar dan melepaskan diri darinya” [Ad Durar As Saniyyah: 2/545]. Beliau juga berkata: “Siapa yang berbuat syirik, maka dia telah meninggalkan Tauhid” [Syarah Ashli Dienil Islam, Majmu’ah tauhid].

b) Al-Arbab
Arbab adalah bentuk jamak daripada Rabb, yang artinya tuhan yang mengatur dan menentukan hukum. Allah disebut Rabbul ‘alamin karena Allah yang mengatur alam ini baik secara kauniy (hukum alam) maupun secara syar’iy (syari’at). Sedangkan jika ada orang yang mengaku atau mengklaim bahwa dia berhak mengatur, berarti dia memposisikan dirinya sebagai Rabb.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mendefinisikan rabb itu adalah: “Yang memberikan fatwa kepada engkau dengan fatwa yang menyelisihi kebenaran, dan kamu mengikutinya seraya membenarkan”.

Ketika orang mengikuti apa yang bertentangan dengan hukum Allah maka dia disebut mempertuhankan, sedangkan yang diikutinya yang mana ia mengetahui bahwa hal itu pembuatan aturan, maka dia memposisikan dirinya sebagai Rabb.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, padahal mereka Hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At Taubah 9:31)

Di dalam atsar yang hasan dari ‘Adiy Ibnu Hatim (dia asalnya Nashrani kemudian masuk Islam) Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam membacakan ayat itu dihadapan ‘Adiy Ibnu Hatim, maka dia berkata: “Wahai Rasulullah, kami dahulu tidak pernah ibadah dan sujud kepada mereka (ahli ilmu dan para rahib)” maka Rasulullah berkata, “Bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan dan kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan lalu kalian ikut-ikutan mengharamkannya?” lalu ‘Adiy Ibnu Hatim berkata, “Ya, betul” lalu Rasulullah berkata lagi, “Itulah bentuk peribadatan orang-orang Nashrani kepada mereka itu” [HR. At Tirmidzi]

Jadi, ketika alim ulama memposisikan dirinya sebagai pembuat hukum mengklaim memiliki kewenangan untuk membuat hukum/undang-undang, maka dia mengkalim bahwa dirinya sebagai Rabb. Sedangkan orang yang mengikuti atau menjalankan hukum-hukum yang mereka buat itu, maka Allah memvonisnya sebagai orang yang telah mempertuhankan, yang beribadah kepada si pembuat hukum itu dan melanggar Laa ilaaha illallaah lagi musyrik.

Menentukan hukum itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Yusuf 12:40)

Dalam ayat ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa hak menentukan hukum itu hanyalah milik Allah, hak membuat hukum, aturan, undang-undang hanyalah milik Allah. Dan Allah memerintahkan agar tidak menyandarkan hukum kecuali kepada Allah. Dalam ayat ini penyandaran hukum disebut ibadah. Jika disandarkannya kepada Allah berarti ibadah kepada Allah, sedangkan jika disandarkan kepada selain Allah berarti ibadah kepada selain Allah, itulah dien yang lurus, akan tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui.

Fir’aun ketika mengatakan “Akulah tuhan kalian tertinggi” adalah bukan dimaksudkan bahwa dia itu pencipta manusia atau yang menyediakan berbagai sarana kehidupan buat manusia, akan tetapi dia maksudkan “Sayalah pembuat hukum bagi kalian yang hukumnya harus kalian ikuti…!”.

Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi rahimahullah ketika menjelaskan surat Al An’am: 121 dan At Taubah: 31, mengatakan: “Sesungguhnya setiap orang yang mengikuti aturan, hukum, dan undang-undang yang menyelisihi apa yang Allah syri’atkan lewat lisan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, maka dia musyrik terhadap Allah, kafir lagi menjadikan yang diikutinya itu sebagai Rabb (Tuhan)”. [Al Hakimiyyah: 56]

Jadi, kesimpulannya bahwa Arbab adalah orang yang mengaku bahwa dirinya berhak membuat hukum/aturan/undang-undang, dengan kata lain Arbab adalah orang-orang yang mempertuhankan diri, sedangkan orang yang mengikuti hukum buatan para Arbab itu disebut dengan orang musyrik, dan peribadatan kepada Arbab ini adalah bukan dengan shalat, sujud, do’a, nadzar atau istighatsah, akan tetapi dengan mengikuti, mentaati, dan loyalitas terhadapnya. Sehingga pada saat Fir’aun mencela Nabi Musa dan Harun, dia mengatakan:

Dan mereka berkata: “Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang beribadah kepada kita?” (QS. Al Mu’minun 23:47)

Maksud “beribadah” di atas adalah ketaatan, oleh karena itu ketaatan kepada Fir’aun disebut beribadah kepada Fir’aun. Dan begitu juga orang sekarang yang taat kepada hukum buatan para Arbab itu adalah disebut orang yang beribadah kepada Arbab tersebut. Inilah penjelasan tentang Arbab yang menjadi bagian kedua yang harus dinafikan oleh Laa ilaaha illallaah.

c) Al-Andad
Andad adalah jamak dari kata nidd, yang artinya tandingan, maksudnya adalah tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah memerintahkan agar kita hanya menghadapkan dan menjadikan-Nya sebagai tujuan satu-satunya. Tidak boleh seseorang mengedepankan yang lain terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah berfirman tentang nidd ini atau tentang Andad ini:

…Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah sedang kamu mengetahui”. (QS. Al Baqarah 2: 22)

Andad adalah sesuatu yang memalingkan kamu daripada Al Islam, atau sesuatu yang memalingkan kamu daripada Al Islam atau Tauhid, baik itu anak, isteri, jabatan, harta, atau apa saja yang mana jika hal itu memalingkan seseorang daripada Tauhid atau memalingkan seseorang dari pada Al Islam atau menjerumuskan seseorang kepada kekafiran atau ke dalam kemusyrikan, maka sesuatu hal itu sudah menjadi Andad, tandingan bagi Allah Subhanahuwata’ala.

Dan dari sebagian manusia menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan, mereka mencintai tandingan-tandingan itu seperti mencintai Allah”. (QS. Al-Baqarah 2:165).

Singkatnya, segala sesuatu yang memalingkan seseorang daripada Tauhid dan Al Islam disebut Andad.

d) Ath-Thaghut
Thagut adalah yang disembah dan diminta dari selain Allah, dan dia (yang diminta dan disembah) ridlo terhadap yang demikian itu.

Thagut itu banyak macamnya, tokoh-tokohnya ada lima :
1] Iblis, yang telah dilaknat oleh Allah.
2] Orang yang disembah, sedang dia sendiri rela.
3] Orang yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya.
4] Orang yang mengaku tahu sesuatu yang ghaib, dan
5] Orang yang memutuskan sesuatu tanpa berdasarkan hukum yang telah
diturunkan oleh Allah.
[Ushuluts Tsalatsah, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab]

Sesungguhnya kewajiban pertama yang Allah fardhukan atas anak Adam adalah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Alah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana yang Dia firmankan:

Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat itu seorang rasul (mereka mengatakan kepada kaumnya): Ibadahlah kepada Allah dan jauhi thaghut…” (QS. An Nahl 16:36)

Perintah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Allah adalah inti dari ajaran semua Rasul dan pokok dari Islam. Dua hal ini adalah landasan utama diterimanya amal shalih, dan keduanyalah yang menentukan status seseorang apakah dia itu muslim atau musyrik, Allah ta’ala berfirman:

Siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah, maka dia itu telah berpegang teguh kepada buhul tali yang sangat kokoh” (QS. Al Baqarah 2:256)

Bila seseorang beribadah shalat, zakat, shaum, haji dan sebagainya, akan tetapi dia tidak kufur terhadap thaghut maka dia itu bukan muslim dan amal ibadahnya tidak diterima.

Sayyidina Umar ibn al-Khattab mengatakan, “Thogut adalah syaitan”

Jabir bin Abdullah berkata: “Thaghut adalah para dukun yang setan turun kepada mereka di suatu daerah.”

Menurut Mujahid, “Thagut adalah setan yang berbentuk manusia, dia dijadikan sebagai hakim pemutus perkara dan dialah orang yang mengendalikan urusan mereka”

Imam Malik mengatakan, “thagut adalah semua hal selan Allah yang disembah manusia. Semisal, berhala, pendeta, ahli sihir, atau semua hal yang menyebabkan syirik.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan “orang yang dijadikan pemutus perkara seperti hakim yan memutuskan perkara dengan selain Kitabullah (Al-Qur’an) adalah toghut” [Majmu Fatawa : XXVIII/201]

Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah berkata,”Thaghut adalah segala sesuatu yang melampaui batas yang berupa ma’bud (yang diibadahi) atau matbu’ (yang diikuti) atau mutha’ (yang ditaati). Sehingga toghut adalah semua orang yang dijadikan pemutus perkara, selain Alloh dan Rasul-Nya didalam suatu kaum, atau mereka yang dibadahi selain Alloh, atau yang mereka ikuti tanpa dasar keterangan dari Alloh, atau yang mereka taati pada perkaraperkara yang mereka tidak mengetahui bahwa taat kepadanya merupakan taat pada Alloh” (’lamul Muwaqqi’in ‘An Rabbil ‘Alamin :I/50]

Menurut Sayid Qutb, “Thagut adalah segala sesuatu yang menentang kebenaran dan melanggar batas yang telah digariskan oleh Allah swt untuk hamba-Nya. Thagut bisa berbentuk pandangan hidup, peradaban, dan lain-lain yang tidak berlandaskan ajaran Allah” [Fi Zhilalil Qur’an I/292]

Menurut Syaikh Muhammad Qutb, “Thogut adalah seseorang, organisasi atau institusi, jama’ah, pemerintahan tradisi atau kekuatan yang menjadi panutan atau aturan manusia, dimana manusia tidak dapat membebaskan diri dari perintahnya dan larangannya.”

Adapun tata cara kufur kepada thaghut adalah sebagaimana yang dijabarkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah:

1. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah,
2. Engkau meninggalkannya,
3. Engkau membencinya,
4. Engkau mengkafirkan pelakunya,
5. Dan engkau memusuhi para pelakunya.

Ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya tatkala mereka mengatakan kepada kaumnya: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah, kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja…” (QS. Al Mumtahanah 60: 4)

.

Jadi Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk berlepas diri, menjauhi, dan meninggalkan empat hal tadi: Alihah (sembahan-sembahan), Arbab (tuhan-tuhan pengatur), Andad (tandingan-tandingan), dan Thaghut.

.

2. Al-Itsbat
Al-Itsbat mencakup empat perkara, yaitu Al-Qashdu, At-Ta’zhim dan Al-Mahabbah, Al-Khauf dan Ar-Raja’, dan At-Taqwa.
[Al-Wala’ wal-Bara’ Fil-Islam, Muhammad bin Sa’id bin Salim Al-Qahthany].

a) Al-Qashdu, adalah tidaklah ibadah itu ditujukan melainkan hanya kepada Allah.

b) At-Ta’zhim adalah pengagungan hanya untuk Allah. Dan Al-Mahabbah, adalah cinta hanya untuk dan karena Allah.

Dan orang-orang yang beriman lebih dahsyat/hebat cintanya kepada Allah”. (QS. Al-Baqarah 2:165).

c) Al-Khauf adalah rasa takut/khawatir mendapat kemurkaan dan siksa/adzab Allah (neraka). Dan Ar-Raja’, adalah berharap mendapat rahmat dan ni’mat dari Allah (surga). Ayat yang berkenaan dengan berharap ni’mat Allah dan takut terhadap siksa Allah.

Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.’ (QS. An-Anbiya’ 21:90)

Sesungguhnya demikianlah syetan beserta pengikut-pengikutnya menakut-nakuti (orang-orang beriman). Maka janganlah kalian takut kepada mereka (setan dan wali-wali syetan), namun takutlah kepada-Ku, jika kalian orang-orang yang beriman”. (QS. Ali ‘Imran 3:175)

Maka barangsiapa berharap berjumpa Rabbnya (Allah), hendaklah beramal dengan amalan Shalih, dan tidak menyekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya (Allah) dengan seseorangpun”. (QS. Al-Kahfi 18:110)

d) At-Taqwa, adalah takut mendapat kemurkaan dan siksa Allah dengan meninggalkan amalan syirik dan maksiat, ikhlas beribadah kepada Allah, mengikuti perintah Allah dan Syari’at Allah.

Maka berbekallah kalian (untuk menjumpai kematian dan alam akhirat), maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah Taqwa”. (QS. Al-Baqarah 2:197)

berkata ‘Abdullah bin Mas’ud رضىالله عنه tentang Taqwa :
“Sesungguhnya kamu beramal ta’at kepada Allah, di atas cahaya (petunjuk) dari Allah, kamu berharap pahala Allah, dan bahwa kamu meninggalkan maksiat/durhaka kepada Allah di atas cahaya (petunjuk) dari Allah, kamu takut (khawatir,cemas) siksa Allah”.

Sumber: http://www.google.co.id, kompilasi dari beberapa artikel 😀

Menyusuri Jejak Islam di Andalusia


“Wahai saudara-saudaraku, lautan ada di belakang kalian, musuh ada di depan kalian, ke manakah kalian akan lari?, Demi Allah, yang kalian miliki hanyalah kejujuran dan kesabaran. Ketahuilah bahwa di pulau ini kalian lebih terlantar dari pada anak yatim yang ada di lingkungan orang-orang hina. Musuh kalian telah menyambut dengan pasukan dan senjata mereka. Kekuatan mereka sangat besar, sementara kalian tanpa perlindungan selain pedang-pedang kalian, tanpa kekuatan selain dari barang-barang yang kalian rampas dari tangan musuh kalian. Seandainya pada hari-hari ini kalian masih tetap sengsara seperti ini, tanpa adanya perubahan yang berarti, niscaya nama baik kalian akan hilang, rasa gentar yang ada pada hati musuh akan berganti menjadi berani kepada kalian. Oleh karena itu, pertahankanlah jiwa kalian.”

Kalimat tersebut diucapkan setelah kapal yang digunakan menyeberangi selat, sehingga satu-satunya pilihan bagi 7000 pasukan Islam saat itu hanyalah menghadapi 100.000 pasukan Visigoth guna menaklukkan negeri Andalusia, atau syahid disana. Pidato terkenal ini dikobarkan oleh seorang panglima perang yang tercatat dengan tinta emas dalam sejarah penyebaran Islam: Thariq bin Ziyad.

Thariq bin Ziyad
Nama lengkapnya adalah Thariq bin Ziyad bin Abdullah bin Walgho bin Walfajun bin Niber Ghasin bin Walhas bin Yathufat bin Nafzau. Beliau merupakan putra suku Ash-Shadaf, suku Barbar, penduduk asli daerah Al-Atlas, Afrika Utara. Ia lahir sekitar tahun 50 Hijriah. Ia ahli menunggang kuda, menggunakan senjata, dan ilmu bela diri. Beliau adalah salah seorang Panglima Perang Islam pada masa pemerintahan Khalifah Walid bin Abdul Malik atau al-Walid I (705-715 M) dari bani Umayah.

Pada bulan Rajab 97 H atau Juli 711 M, beliau mendapat perintah dari Gubernur Afrika Utara, Musa bin Nusair untuk mengadakan penyerangan ke semenanjung Andalusia (Semenanjung Iberia yang sekarang meliputi negara Spanyol dan Portugis). Bersama 7.000 pasukan yang dipimpinnya, Thariq bin Ziyad menyeberangi selat Gibraltar (berasal dari kata “Jabal Thariq” yang berarti “Gunung Thariq”) menuju Andalusia.

Setelah armada tempur lautnya mendarat di pantai karang, beliau berdiri di atas bukit karang dan berpidato. Beliau memerintahkan anak buahnya untuk membakar kapal-kapal yang membawa seluruh awak pasukannya. Kecuali kapal-kapal kecil yang diminta pulang untuk meminta bantuan kepada khalifah[citation needed, lihat footnote]. Beliau mengatakan, “Kita datang ke sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya dua pilihan, menaklukkan negeri ini dan menetap di sini serta mengembangkan Islam, atau kita semua binasa (syahid).”

Karuan saja pidato ini membakar semangat jihad pasukannya. Mereka segera menyusun kekuatan untuk menggempur pasukan kerajaan Visigoth, Spanyol, di bawah pimpinan Raja Roderick. Atas pertolongan Allah swt, 100.000 pasukan Raja Roderick tumbang di tangan pasukan muslim. Raja Roderick pun menemui ajal di medan pertempuran ini.

Dimulainya penyebaran Islam di Eropa Barat
Dalam kitab Tarikh al-Andalus, disebutkan bahwa sebelum meraih keberhasilan ini, Thariq telah mendapatkan firasat bahwa ia pernah bermimpi melihat Rasulullah saw bersama keempat khulafa’ al-rasyidin berjalan di atas air hingga menjumpainya, lalu Rasulullah saw. memberi tahukan kabar gembira bahwa ia akan berhasil menaklukkan Andalusia. Kemudian Rasulullah saw. menyuruhnya untuk selalu bersama kaum muslimin dan menepati janji.

Setelah meraih kemenangan ini, Thariq menulis surat ke Musa, mempersembahkan kemenangan kaum muslimin ini. Dalam suratnya itu ia menulis:

“Saya telah menjalankan perintah anda. Allah telah memudahkan kami memasuki negeri Andalusia.”

Setahun kemudian, Musa bin Nusair bertolak membawa 10.000 pasukan menyusul Thariq. Sejak saat itu, satu demi satu kota-kota di Andalusia berhasil diduduki tentara Thariq dan Musa; Toledo, Elvira, Granada, Cordoba dan Malaga. Lalu dilanjutkan Zaragoza, Aragon, Leon, Asturia, dan Galicia. Dan penyebaran Islam ke Eropa pun dimulai dari Andalusia.

Pasukan Musa dan pasukan Thariq bertemu di Toledo. Keduanya bergabung untuk menaklukkan Ecija. Setelah itu mereka bergerak menuju wilayah Pyrenies, Perancis. Hanya dalam waktu 2 tahun, seluruh daratan Spanyol berhasil dikuasai. Beberapa tahun kemudian Portugis mereka taklukkan dan mereka ganti namanya dengan Al-Gharb (Barat).

Sungguh itu keberhasilan yang luar biasa. Musa bin Nusair dan Thariq bin Ziyad berencana membawa pasukannya terus ke utara untuk menaklukkan seluruh Eropa. Sebab, waktu itu tidak ada kekuatan dari mana pun yang bisa menghadap mereka. Namun, niat itu tidak tereaslisasi karena Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik memanggil mereka berdua pulang ke Damaskus. Thariq pulang terlebih dahulu sementara Musa bin Nusair menyusun pemerintahan baru di Spanyol.

Setelah bertemu Khalifah, Thariq bin Ziyad ditakdirkan Allah swt. tidak kembali ke Eropa. Ia sakit dan menghembuskan nafas. Thariq bin Ziyad telah menorehkan namanya di lembar sejarah sebagai putra asli Afrika Utara muslim yang menaklukkan daratan Eropa.

Wilayah Al-Andalus (abad 7 hingga 10)

Sejarawan Barat beraliran konservatif, W. Montgomery Watt dalam bukunya Sejarah Islam di Spanyol, mencoba meluruskan persepsi keliru para orientalis Barat yang menilai umat Islam sebagai yang suka berperang. Menurutnya,

“Mereka (para orientalis) umumnya mengalami mispersepsi dalam memahami jihad umat Islam. Seolah-olah seorang muslim hanya memberi dua tawaran bagi musuhnya, yaitu antara Islam dan pedang. Padahal, bagi pemeluk agama lain, termasuk ahli kitab, mereka bisa saja tidak masuk Islam meski tetap dilindungi oleh suatu pemerintahan Islam.”

Peperangan dalam Islam adalah untuk menghidupkan manusia bukan untuk memusnahkan. Itu sebabnya, ketika kaum muslimin menang perang dan menguasai wilayah tidak bertujuan menjajahnya. Berbeda dengan ideologi Kapitalisme yang memang tujuan mereka berperang adalah untuk menguasai wilayah dan menjajahnya (baca: menguras seluruh potensi wilayah itu untuk kepentingan bangsanya).

Merah tua: Ekspansi wilayah Islam di zaman Rasulullah, 622-632
Merah muda: Ekspansi wilayah Islam di zaman Khulafaur Rasyidin, 632-661
Oranye: Ekspansi wilayah Islam di zaman Kekhilafahan Bani Umayyah, 661-750

Sejarah Andalusia

Al-Andalus, was the Arabic name given to those parts of the Iberian Peninsula governed by Muslims, or Moors, at various times in the period between 711 and 1492. (Wikipedia)

I. Periode Kekuasaan Bani Umayyah Damaskus (711-755)
Pada periode ini Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayah yang berpusat di Damaskus.

Wilayah Kekhalifahan Bani Umayyah

Pada periode ini stabilitas politik negeri Spanyol belum tercapai secara sempurna, gangguan-gangguan masih terjadi, baik datang dari dalam maupun dari luar. Gangguan dari dalam antara lain berupa perselisihan di antara elite penguasa, terutama akibat perbedaan etnis dan golongan. Disamping itu, terdapat perbedaan pandangan antara khalifah di Damaskus dan gubernur Afrika Utara yang berpusat di Kairawan. Masing-masing mengaku bahwa merekalah yang paling berhak menguasai daerah Spanyol ini. Oleh karena itu, terjadi dua puluh kali pergantian wali (gubernur) Spanyol dalam jangka waktu yang amat singkat.

Gangguan dari luar datang dari sisa-sisa musuh Islam di Spanyol yang bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang memang tidak pernah tunduk kepada pemerintahan Islam. Gerakan ini terus memperkuat diri. Setelah berjuang lebih dari 500 tahun, akhirnya mereka mampu mengusir Islam dari bumi Spanyol. Karena seringnya terjadi konflik internal dan berperang menghadapi musuh dari luar, maka dalam periode ini Islam Spanyol belum memasuki kegiatan pembangunan di bidang peradaban dan kebudayaan.

Perbedaan pandangan politik juga menyebabkan seringnya terjadi perang saudara. Hal ini ada hubungannya dengan perbedaan etnis, terutama, antara Barbar asal Afrika Utara dan Arab. Konflik perang saudara diantara berbagai kelompok Muslim di Iberia itu berakibat hilangnya kendali kekhalifahan di wilayah itu, hingga Yusuf Al-Fihri memenangkan perseteruan itu dan menjadi pemimpin independen di wilayah Andalusia.

II. Periode Kerajaan Cordoba (756-1013)
Di tahun 750, kekuasaan khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Lanjutkan membaca “Menyusuri Jejak Islam di Andalusia”

Terungkapnya Misteri Memristor, Revolusi Baru Dunia Elektronika


Textbook2 di Jurusan EE (Electrical Engineering, iaitu Teknik Elektro) mengatakan bahwa dalam dunia elektronika terdapat 3 komponen fundamental: resistor, kapasitor, dan induktor. Tapi Fren, tahukah kalian kalau ternyata ada satu lagi komponen fundamental yang hilang (Missing Link, bahasa Narutonya: Missing Nin, halah.. apa coba?), komponen elektronik pasif keempat bernama “Memory-resistor” atau disebut juga “Memristor”. Uniknya, komponen ini baru berhasil dibuat di HP (Hewlett-Packard) Labs bulan April 2008 lalu. (walaah.. telat nulisnya 😦 )

.

Asal Mula Memristor

Alkisah, kisah kasih di sekolah (apa siih? 😕 biarin, ini kan blog saya!) memristor ini dimulai sekira 37 tahun lalu (1971) di University of California di Berkeley. Saat itu Prof. Leon Chua mempublikasikan paper yang menyatakan hipotesanya bahwa ada komponen fundamental yang keempat selain resistor, kapasitor, dan induktor, komponen ini tidak bisa digantikan oleh kombinasi apapun dari tiga komponen lainnya karena secara radikal memang beda. Berdasarkan konsep kesimetrisan, masing2 komponen didefinisikan sebagai relasi antara 2 dari 4 variabel fundamental rangkaian: tegangan, arus, muatan, dan flux. (lihat gambar di bawah)

“now all the EE textbooks need to be changed”

-IEEE Kirchoff Award winner, Leon Chua, on the discovery of the memresistor.

Namun hingga 36 tahun lebih kisah misteri hilangnya komponen keempat ini tetap menjadi misteri, karena baru sebatas persamaan matematis (postulat sama hipotesa apa bedanya ya? ada yg bisa jelaskan?) dan belum ada yang bisa membuktikannya dalam bentuk fisik selama puluhan tahun, ini lebih disebabkan karena pembuktian akan adanya memristansi lebih terlihat pada percobaan berskala nano.

Although researchers had observed instances of memristance for more than 50 years, the proof of its existence remained elusive -in part because memristance is much more noticeable in nanoscale devices. The crucial issue for memristance is that the device’ atoms need to change location when voltage is applied, and that happens much more easily at the nanoscale.”

-HP Labs

.

37 Tahun kemudian

jreng3x.. hoho.. kita balik lagi ke tahun 2008. tepatnya di bulan April 2008, sekumpulan scientis yang melakukan riset di Lab HP (Hewlett-Packard) berhasil membuat prototipe yang bekerja sesuai sifat komponen misterius tersebut dengan menggunakan teknologi crossbar-latch yang dikembangkan sejak tahun 2005.

Di bawah ini gambar circuit dengan 17 memristor yg dicapture menggunakan atomic force microscope (gitu lah kata om Wiki):

.

Teori Memristor

Alasan utama memristor berbeda secara radikal dari komponen fundamental lain ialah, memristor dapat menyimpan memory masa lalunya. Ketika kita mematikan tegangan pada rangkaian, si memristor ini tetap mengingat berapa besarnya dan berapa lama.

Mari beranalogi sejenak untuk membedakan resistor dengan memristor. (gilaa, makin serius aja ini tulisan 😆 ) Analogi klasik untuk resistor adalah dia seperti sebuah pipa dimana air (analogi listriknya) melaluinya. Nah, lebar pipa ini dianalogikan sebagai resistansi dari arus yang mengalir, semakin sempit pipanya maka semakin besar resistansinya, dimana resistor normal tidak berubah ukurannya. Di sisi lain sebuah memristor dianalogikan dapat berubah ukurannya sesuai jumlah air yang melaluinya. Jika air melalui pipa tersebut ke satu arah, ukuran pipa bertambah besar (yang berarti resistansi semakin kecil), sebaliknya jika air melalui arah sebaliknya, ukuran pipa bertambah kecil (yang berarti makin resistif). Dan si memristor ini mengingat, ketika aliran air dimatikan, ukuran pipa tidak berubah. Meski sebenarnya mekanisme tersebut secara teknis dapat dilakukan juga dengan gabungan transistor dan kapasitor, tapi membutuhkan banyak transistor dan kapasitor untuk melakukan pekerjaan dari satu memristor tersebut.

Memristor sendiri didefinisikan sebagai sebuah elemen dimana flux magnetik Φm antara terminal merupakan fungsi dari jumlah muatan elektrik q yang melewati device. setiap memristor memiliki karakteristik berdasarkan fungsi memristansi yang merupakan besaran perubahan flux terhadap perubahan muatan.

M(q) = dΦm/dq

Hukum induksi Faraday menyatakan bahwa flux merupakan integral waktu t dari tegangan, dan muatan merupakan integral waktu t dari arus, sehingga dapat dituliskan

M(q) = (dΦm/dt) / (dq/dt) = V/I

Dari sini bisa diturunkan bahwa memristansi merupakan resistansi yang bergantung pada muatan. Jika M(q) konstan, maka kita dapatkan R = V/I. Jika M(q) nontrivial, bagaimanapun persamaan itu tidak equivalen karena q dan M(q) akan bervariasi terhadap waktu t. (walahh makin serius aja neh blog 😕 ) Menyelesaikan tegangan sebagai fungsi waktu kita dapatkan

V(t) = M(q(t)).I(t)

Persamaan ini menjelaskan memristansi sebagai hubungan linier antara arus dengan tegangan. Alternating Current (AC, Arus bolak-balik) menjelaskan ketergantungan linier dalam operasi rangkaian dengan menginduksi sebuah tegangan terukur tanpa net pergerakan muatan, sepanjang perubahan maksimum q tidak menyebabkan perubahan berarti pada M.

Lebih jauhnya, memristor akan static manakaa tidak ada arus, jika I(t)=0, maka V(t)=0 dan M(t) akan konstan. Inilah esensi dari memory effect.

(gimana, gimana, merasa tercerahkan? atau………. masih bingung juga kek sayah? 😀 )

.

Aplikasi Memristor

Sebelumnya mari kita flashback dulu sebentar ke tahun lupa-lagi-gak-tau-malah, saat itu ditemukannya transistor menjadikan revolusi besar di dunia elektronika menggantikan tabung vakum. Revolusi apa lagi kah kiranya yang bakal terjadi dengan terungkapnya memristor? 8)

Berikut ini beberapa implementasi memristor (seperti yang disebutkan oleh situs2 yg saya rujuk):

– Memristor sebagai switch

Switching Memristor disebutkan lebih sederhana dibandingkan MOSFET switch yang populer sekarang, Memristor sebagai switch? Jadi inget materi kuliah Elka: Transistor sebagai switch (inget judulnya doang koq 😀 hhaha..) cuman si Memristor ini tidak punya fungsi sebagai amplifier karena dia komponen pasif. dan mustahil juga membuat konstruksi digital logic yang hanya menggunakan memristor.

– Teknologi Komputer berskala Nano

Di artikel HP Labs disebutkan bahwa salah satu goal yang diharapkan oleh para peneliti dalam membangun dan mempelajari elektronika dan arsitekrur berskala nano adalah untuk mengubah komputer melewati batas fisik dan fiskal dari rangkaian chip silikon konvensional. Selama beberapa dekade, peningkatan performa chip dilakukan dengan menambah dan menambah jumlah transistor pada rangkaian, sedangkan semakin tinggi kepadatan transistor pada chip ternyata menyebabkan masalah yaitu panas yang berlebih.

Dibandingkan menambah jumlah transistor pada rangkaian, kita dapat membuat rangkaian hybrid dengan transistor lebih sedikit tapi dengan tambahan memristor -dan fungsionalitas, teknologi memristor dapat mewujudkan rangkaian dengan high-density namun lebih efisien dalam energi. hmm.. karena ini kah Hukum Moore akan kembali berlaku? 😕

– Non-volatile Solid-state Memory

menjadikan mungkin membuat device yang dapat menyimpan data sebesar harddisk dengan access time serasa DRAM, bahkan device ini mungkin akan menggantikan kedua komponen tersebut. Prototipe crossbar-latch memory yang dibuat HP menggunakan device yang dapat memuat 100 gigabit dalam satu centimeter persegi, bandingkan dengan Flash memory terpadat saat ini sebesar 32 gigabit. HP juga menyebutkan bahwa versi memristor ini kecepatannya sekitar sepersepuluh kecepatan DRAM. wow 😯

Akibat lain dari Non-volatile memory adalah kita dapat membuat komputer tidak perlu booting setiap kali dinyalakan. Biasanya setiap kita menyalakan komputer ada proses boot-up terlebih dulu, membaca data yang tersimpan di harddisk yang diperlukan untuk sistem operasi berjalan, dan ini tentu makan waktu. Alasan mengapa komputer setiap dinyalakan harus direboot ulang adalah karena DRAM hilang kemampuannya menyimpan bit informasi setelah powernya dimatikan. Sedangkan secara memristor dapat mengingat tegangan, sehingga komputer memristor tidak memerlukan reboot tiap kali dinyalakan. Jadi misalkan kita sedang membuka banyak window aplikasi, komputernya itu kita turn off. Nah, ketika kita kembali dan menyalakan komputernya, secara instant sistem langsung berjalan dan semua yang ada di layar sama persis dengan saat ketika kita matikan. IMHO, mekanisme ini seperti melakukan Hibernate dengan kecepatan Standby. Dan lagi, non-volatile memory mungkin implementasi memristor yang paling mungkin dalam waktu dekat.

– Emulasi Sistem Neural

Chua juga mengatakan bahwa sinapsis, yaitu koneksi antara neuron-neuron (huhuhu.. teringat kembali pelajaran biologi SMA tentang sistem saraf), memiliki tingkah laku memristif. Sehingga katanya memristor dapat menjadi device elektronik yang ideal untuk mengemulasikan sebuah sinapsis.

– Aplikasi lainnya

Beberapa paten yang berhubungan dengan memristor diantaranya disebutkan mencakup aplikasi2 dalam programmable logic, signal processing, neural networks, control systems, dan lain-lain (cari sendiri lah klean…)

.

Akhirul kalam, mohon maaf kalau ada salah-salah kata, cmiiw. Pesan saya, ini kesempatan emas buat kita (kii..ta?) anak2 EL (yah mungkin FI dan FT juga) 😉

.

Referensi dan bacaan lain:

– IEEE Spectrum: The Mysterious Memristor

– HP Lab: Demistifying the Memristor

– Wikipedia: Memristor

– Wired: Scientists Create First Memristor: Missing Fourth Electronic Circuit Element

– Tempo Interaktif: Memristor, Lebih Dahsyat Dari Transistor

– andika-lives-here.blogspot.com: Memristor yang Mengubah Paradigma

– Google :d Search: “Memristor”

.

Original Paper Chua 1971 di IEEE

FYI, mun teu lepat, Prof. Leon Chua itu tuh yang nulis buku “Linear and Non-linear Circuits” yang merupakan buku pegangannya ‘kuliah maut’ RE (Rangkaian Elektrik). btw klo buku2 EE (electrical engineering) ditambah lg materinya ttg memristor ini, apakah kuliah RE atau Elka bakal jadi tambah maut? 😀

20 Mei: Pemaksaan Sejarah (Budi Utomo vs Syarikat Islam)


Akhir2 ini sedang marak perayaan yang disebut 1 abad “kebangkitan nasional” yang mengacu pada berdirinya Budi Utomo 20 Mei 1908 dengan alasan Budi Utomo adalah organisasi pelopor pergerakan, padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa 20 Mei sebagai hari kebangkitan nasional adalah kekeliruan. Karena berdasar fakta sejarah Syarikat Islam berdiri lebih dulu (1905), di lain sisi juga tidak ada alasan yang menguatkan Budi Utomo sebagai organisasi yang layak disebut pelopor perjuangan kemerdekaan. Biar lebih enak saya bahas point by point:

Mana yang lebih dulu?
Syarikat Dagang Islam (SDI) yang kemudian berubah menjadi Syarikat Islam (SI) berdiri tahun 16 Oktober 1905 oleh Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto, ini lebih dulu 3 tahun sebelum adanya Budi Utomo yang baru berdiri 20 Mei 1908, dimana perkumpulan BU ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. Tapi entah karena kebodohan atau memang kesengajaan, buku pelajaran sejarah yang beredar di kalangan pelajar seakan menutup-nutupi hal ini. 😕

Apa tujuan berdirinya?
Syarikat Islam bercita-citakan kemerdekaan Islam Raya dan Indonesia Raya. Budi Utomo? memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura (Budi Utomo hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura).

Sikap terhadap penjajah Belanda?
Syarikat Islam bersikap non-kooperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda, sedangkan Budi Utomo bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda.

Mana yang memperjuangkan kemerdekaan?
Syarikat Islam berjuang melawan penjajahan demi memperjuangkan kemerdekaan Islam dan Indonesia sehingga banyak anggotanya yang berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul. Sebaliknya, Budi Utomo sebagai pegawai (baca:antek2) yang digaji oleh sang Tuan (baca:penjajah), tentu saja ingin mempertahankan keadaan, sehingga tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, malah mendukung tetapnya penjajahan.

Sifat Organisasinya?
Syarikat Islam bersifat kerakyatan (tidak hanya kaum ningrat tapi juga rakyat jelata), terbuka bagi semua rakyat Indonesia (tidak hanya Jawa dan Madura) yang mayoritas Islam, membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya. Sedangkan Budi Utomo seperti kita ketahui organisasi sempit yang bersifat feodal dan keningratan karena anggotanya hanya kalangan priyayi, bahkan lebih sempit lagi hanya untuk kalangan Jawa dan Madura saja (Saking chauvinisnya, Betawi sekalipun tidak boleh), selain itu Budi Utomo juga sikapnya anti terhadap islam.

KH Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam,  bahkan menyebutkan, “Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka“.

Bukan itu saja, di belakang Budi Utomo pun terdapat fakta yang mencengangkan, banyak tokohnya yang ternyata merupakan anggota aktif Freemasonry. Dalam buku Dr. T.H. Stevens, seorang sejarawan Belanda, berjudul “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” disebutkan beberapa tokohnya —yang dilengkapi foto-foto ekslusif sebagai buktinya— antara lain: Sultan Hamengkubuwono VIII, RAS. Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, Paku Alam VIII, RMAA. Tjokroadikoesoemo, DR Radjiman Wedyodiningrat, dan banyak pengurus lainnya. Bahkan ketua pertamanya yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry.

Simpulannya, kalaulah demikian, memaksakan Budi Utomo sebagai tonggak kebangkitan nasional sebenarnya sudah bukan kontroversi melainkan pemaksaan sejarah, dan lebih jauh lagi penghinaan terhadap perjuangan kemerdekaan umat islam di Indonesia.

“yang salah koq dipelihara, tanya kenapa?” 🙄

“terbuktilah pepatah: sejarah itu milik penguasa”

baca juga di:

http://www.eramuslim.com/berita/tha/8502074341-momentum-kebangkitan-nasional-memalukan.htm

http://swaramuslim.com/galery/more.php?id=5959_0_18_0_M

http://arishardinanto.swaramuslim.com/more.php?id=58_0_1_0_M